Home TsaqofahTradisi Klenik Bangsa Arab Dahulu

Tradisi Klenik Bangsa Arab Dahulu

Islam kemudian datang untuk membersihkan berbagai bentuk kesyirikan, khurafat, dan praktik jahiliah tersebut. A

by Abu Umar
0 comments 4 views

Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab memiliki sejumlah tradisi dan keyakinan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebagian di antaranya berkaitan dengan hewan yang mereka perlakukan secara khusus, sebagian lainnya berupa praktik ramalan, perubahan aturan bulan, hingga tata cara ibadah yang menyimpang dari ajaran tauhid Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Islam kemudian datang untuk membersihkan berbagai bentuk kesyirikan, khurafat, dan praktik jahiliah tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembalikan manusia kepada tauhid dan meluruskan tata cara ibadah yang telah mengalami penyimpangan. Berikut beberapa tradisi bangsa Arab dahulu yang perlu diketahui:

1. Al-Bahirah

Al-Bahirah adalah seekor unta yang telinganya dibelah atau dipotong sebagai tanda bahwa unta tersebut telah dipersembahkan berdasarkan keyakinan mereka.

Unta tersebut tidak boleh ditunggangi dan susunya tidak boleh diminum. Mereka menganggapnya sebagai hewan yang memiliki perlakuan khusus berdasarkan keyakinan jahiliah.

2. Al-Ham

Al-Ham adalah seekor unta jantan yang telah menghasilkan keturunan dalam jumlah tertentu. Punggung unta tersebut kemudian dianggap harus dilindungi.

Unta itu tidak boleh dinaiki atau dijadikan kendaraan, tetapi dibiarkan terus berkembang biak.

BACA JUGA: Asal Mula Bangsa Arab

3. Azlam

Azlam adalah praktik pengundian menggunakan tiga anak panah.

Anak panah pertama ditulisi kata “ya”, anak panah kedua ditulisi “tidak”, sedangkan anak panah ketiga tidak diberi tulisan apa pun.

Jika yang keluar adalah anak panah bertuliskan “ya”, mereka akan melaksanakan pekerjaan yang telah direncanakan. Jika yang keluar bertuliskan “tidak”, mereka akan menunda pekerjaan tersebut hingga tahun berikutnya.

Namun, jika yang keluar adalah anak panah yang tidak memiliki tulisan, mereka akan mengulangi undian.

Praktik semacam ini merupakan bentuk mencari petunjuk melalui undian yang tidak dibenarkan dalam Islam.

4. Tawaf yang Salah

Sebagian masyarakat Arab dahulu melakukan tawaf dalam keadaan telanjang apabila mereka tidak memiliki pakaian yang menurut keyakinan mereka halal untuk digunakan bertawaf.

Kaum wanita biasanya hanya menutupi bagian kemaluannya. Praktik ini kemudian dihapuskan oleh Islam. Tawaf merupakan ibadah yang memiliki adab dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat.

5. As-Sa’ibah

As-Sa’ibah adalah unta yang diberikan untuk sesembahan mereka sebagai bentuk nazar atau tujuan lainnya.

Unta tersebut kemudian tidak boleh ditunggangi, susunya tidak boleh diminum, dan dagingnya juga tidak boleh dikonsumsi. Mereka membiarkan hewan tersebut berkeliaran berdasarkan keyakinan jahiliah yang mereka pegang.

6. An-Nasi’

An-Nasi’ adalah praktik mengubah atau mengundur ketentuan bulan-bulan tertentu dalam kalender Arab.

Mereka mengakhirkan bulan Muharram dan mengubah ketentuan waktu yang telah ditetapkan, sehingga perkara yang sebelumnya terlarang dapat mereka anggap halal, termasuk melakukan peperangan atau perburuan pada waktu yang seharusnya dihormati.

Islam kemudian mengembalikan ketentuan waktu kepada aturan yang telah Allah tetapkan.

BACA JUGA:  Mengundi Nasib di Masa Arab Jahiliyah

7. Wukuf yang Salah

Dalam pelaksanaan haji, sebagian pembesar Quraisy memiliki kebiasaan yang berbeda dari masyarakat Arab lainnya.

Mereka berwukuf di Muzdalifah dan tidak ikut berwukuf di Arafah, sementara masyarakat Arab lainnya melaksanakan wukuf di Arafah dan tidak diperbolehkan bagi mereka untuk berwukuf bersama Quraisy di Muzdalifah.

Islam kemudian meluruskan praktik tersebut. Semua jamaah haji berkumpul di Arafah tanpa membedakan kedudukan dan suku.

Islam datang bukan sekadar membawa ibadah baru, tetapi juga menghapus berbagai keyakinan dan tradisi jahiliah yang bertentangan dengan tauhid dan tuntunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. []

Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119