4 Tingkatan Sikap Wara’ dalam Rezeki
Dalam perwujudannya, wara' memiliki batas awal dan akhir, sementara di antara keduanya terdapat tingkat-tingkat kehati-hatian.
Dalam perwujudannya, wara' memiliki batas awal dan akhir, sementara di antara keduanya terdapat tingkat-tingkat kehati-hatian.
Gambaran yang kedua ini tentu lebih berat, karena di dalamnya terdapat unsur menyakiti orang lain dan meninggalkan cara-cara yang syar'i dalam berusaha.
Kebiasaan ulama salaf adalah mencermati dan meneliti kehalalan sesuatu yang akan mereka gunakan (demikian pula ketika hendak memakan sesuatu).
Ashim bin Yusuf berkata kepada Abu Yusuf seraya memuji ilmunya, "Orang-orang berkumpul di sini karena tidak ada seorang pun yang mendahuluimu dalam…
Seseorang kemudian memberitahukan perkataan Abu Hanifah kepadanya, "la shalat satu kali untuk setiap pakaian yang ia kenakan."
Abu Hanifah kemudian diperintahkan untuk dipenjara, lalu ia meninggal dunia di penjara di Baghdad.
Sebelum memejamkan mata, tanyakan pada diri sendiri: sudahkah hari ini membuat Allah ridha?
Jangan biarkan setan mengalahkanmu setiap pagi. Jangan rela kehilangan cahaya, keberkahan, dan kemuliaan yang Allah siapkan bagi ahli Subuh.
Ketika sebuah umat memusuhi orang-orang yang mengingatkan mereka kepada Allah, pada hakikatnya mereka sedang mencabut sendiri sebab-sebab keselamatan dari diri mereka.
Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa membaca Al-Qur’an. Luangkan waktu walau hanya beberapa ayat setiap hari.
Senyum kepada saudara, membantu orang lain, membaca Al-Qur’an, bersedekah, atau menjaga lisan dari menyakiti orang lain, semuanya bisa menjadi sebab datangnya pahala…
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang rutin walaupun sedikit.