Rasulullah Berbuka Puasa
Rasulullah ﷺ selalu memastikan makanan yang dikonsumsi adalah halal dan thayyib (baik). Ini penting untuk menjaga keberkahan puasa dan kesehatan tubuh.
Rasulullah ﷺ selalu memastikan makanan yang dikonsumsi adalah halal dan thayyib (baik). Ini penting untuk menjaga keberkahan puasa dan kesehatan tubuh.
Menjadi sendawa dan keringat sewangi misik. Mereka diilhamkan tasbih dan tahmid sebagaimana kalian bernafas.
Jadi seseorang berkata, “Oh Aisyah dulu juga kita biasa makan dengan dua makanan saja.”
Marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Memperbaiki diri dan meningkatkan iman mendekatkan diri pada Allah.
Mencegah anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa. Tidak berlebih-lebihan dalam berbuka, sampai perutnya penuh makanan.
Lihatlah, bagaimana kemuliaannya membuat ia berbaik sangka, sehingga ia memandang buruknya perbuatan mereka menjadi baik.
Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, ”Karena puasa adalah bagian dari kesabaran”.
Terkandung makna syukur kepada Allah SWT dan tanda patuh kepada perintah Allah SWT.
Ada yang berpendapat bahwa maksud hadis Rasulullah ﷺ itu adalah seluruh setan dibelenggu.