Ungkapan “setan dibelenggu di bulan Ramadhan” berasal dari hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Ada yang berpendapat bahwa maksud hadis Rasulullah ﷺ itu adalah seluruh setan dibelenggu. Adapun manusia yang berbuat pelanggaran dan dosa bisa leluasa melakukannya tanpa godaan setan, karena mereka (manusia) sudah menjadi setan-setan.
Ada dua macam pemberitaan:
1. Berita yang mengisahkan suatu kejadian.
2. Berita tentang lahirnya suatu keadaan.
BACA JUGA: Kita Menguap, Setanpun Tertawa
Makna dan Penafsiran Hadis
Hadis ini sering dipahami dalam beberapa makna, di antaranya:
Makna Hakiki (Nyata)
Sebagian ulama memahami hadis ini secara harfiah, yaitu bahwa setan benar-benar dibelenggu secara fisik, sehingga mereka tidak bisa menggoda manusia seperti biasanya.
Makna Majazi (Kiasan)
Beberapa ulama lain berpendapat bahwa “dibelenggu” berarti setan memiliki pengaruh yang lebih lemah dibanding bulan-bulan lain, karena umat Islam lebih banyak beribadah, berpuasa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Nafsu manusia juga lebih terkendali di bulan Ramadhan karena puasa, sehingga setan lebih sulit menggoda manusia.
Tidak Semua Setan Dibelenggu
Ada penafsiran lain yang menyebut bahwa yang dibelenggu adalah setan-setan besar (pembesar setan), sedangkan setan kecil atau hawa nafsu masih tetap bisa mempengaruhi manusia.
Kenapa Masih Ada Maksiat di Bulan Ramadhan?
Meskipun setan dibelenggu, kita masih melihat ada orang yang melakukan dosa di bulan Ramadhan. Hal ini bisa dijelaskan dengan beberapa alasan:
Hawa nafsu manusia yang sudah terbiasa melakukan maksiat sebelum Ramadhan masih berpengaruh.
Setan masih bisa menggoda dalam batas tertentu, meskipun lebih lemah dibanding bulan-bulan lainnya.
Tidak semua orang memanfaatkan bulan Ramadhan dengan baik, ada yang tetap lalai dari ibadah.
BACA JUGA: 4 Sunnah di Bulan Ramadhan
Kesimpulan
Makna “setan dibelenggu di bulan Ramadhan” bisa dipahami sebagai melemahnya godaan setan akibat kuatnya suasana ibadah dan puasa, serta meningkatnya kontrol diri terhadap hawa nafsu. Namun, manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri dari dosa dan maksiat.
Maksud hadis Rasulullah ﷺ ialah agar kita membuat suatu situasi dan kondisi yang menjadikan setan-setan terbelenggu dan tidak menggoda manusia melakukan pelanggaran dan dosa, sehingga yang ada hanyalah amal-amal yang baik, sehingga pintu-pintu surga pun terbuka. []
Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

