Hukum Merayakan Tahun Baru menurut Islam
Merayakan tahun baru Masehi bukan bagian dari ajaran Islam.
Merayakan tahun baru Masehi bukan bagian dari ajaran Islam.
Kepemimpinannya menjadi bukti kebijaksanaan, keteguhan akidah, dan kecintaan mendalam terhadap sunnah Rasulullah ﷺ.
Bagi yang ingin ampunan, hujan, harta, punya anak, kebun yg subur, dan sungai yang mengalir, banyaklah Istighfar kepada Allah Ta’ala.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam Jawabul Kafi, bahwa Istighfar sebelum berdoa merupakan adab dan sebab dikabulkannya doa.
Siapa saja yang membaca di waktu malam dengan yakin, kemudian dia meninggal sebelum pagi, maka dia juga termasuk penghuni surga.
Ketika seorang hamba shalat tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang memuji, ia benar-benar sedang berdiri di hadapan
Beliau lebih memilih mengatakan sejujurnya bahwa tidak mengetahui jawaban daripada harus mengatakan bahwa ia tahu semua tanpa ilmu.
Bahkan umat Muslim saat itu berada dalam kondisi paling terhimpit. Madinah telah dikepung oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Quraisy.
Perbanyaklah mengucapkan kalimat istighfar, karena Allah memiliki waktu-waktu di mana ia tidak menolak orang yang meminta kepadanya.
Memang ada beberapa riwayat menyebutkan bahwa terkadang beliau shalat 13 rakaat.
Mungkin jawabannya sederhana: ia berdamai dengan Allah, berhati-hati dengan manusia, dan jujur dengan hatinya sendiri.
Sabar terhadap maksiat artinya menahan diri dan tidak mengeluh ketika terkena musibah.