Rasulullah Menangis Bersama Abu Bakar, Kenapa?
Keesokan harinya Umar mendapati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menangis bersama Abu Bakar.
Keesokan harinya Umar mendapati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menangis bersama Abu Bakar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mengapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku?”
Lalu si pemilik kebun pun membawakan setandan lalu diletakkan, kemudian mereka makan, lalu beliau meminta air, lalu minum.
Aku memohon kepada-Nya agar tidak menghancurkan kami dengan cara Dia menghancurkan umat-umat terdahulu, lalu Dia memberikannya kepadaku.
Pada suatu hari, sesudah beliau salam dari shalat, seseorang di antara kami berkata, 'Ya Rasulullah, perut kami telah terbakar oleh kurma kering…
Setelah beliau shalallahu ‘alayhi wasallam dilahirkan, ibundanya mengirim utusan ke kakeknya, Abdul Muthalib untuk memberitahukan kepadanya kabar gembira kelahiran cucunya tersebut.
Kecintaan beliau kepada Nabi kian hari kian mendalam, dan kecintaan beliau semata-mata karena Allah Ta’ala.
Kemudian anak itu menjawabnya, “Tuan, panas di dunia belum sebanding dengan panasnya api neraka”.
Setelah dipersilahkan masuk, beliau tidak langsung duduk tetapi justru bersabda, “Dimana tempat yang engkau harapkan aku akan shalat?”
Uzlah yang sudah diatur oleh Allah Azza Wa Jalla ini terjadi tiga tahun sebelum dirinya diangkat menjadi rasul.
Lantas apa tanggapan Uma bin Khattab? Langsung saja ia menyuruh orang itu untuk menanam, bahkan ia sempat menemani menanam.
Si pedagang terperanjat seraya bertanya pada orang itu, “Siapa dia? Mengapa seorang kuli kaupanggil Amir?”