Istifrogh dan Imtila’: Hikmah di Balik Perkara yang Membatalkan Puasa
Dari sini tampak bahwa syariat berdiri di atas hikmah. Puasa menjaga keseimbangan tubuh dan ruh. Ia melatih pengendalian diri, tanpa menjerumuskan pada…
Dari sini tampak bahwa syariat berdiri di atas hikmah. Puasa menjaga keseimbangan tubuh dan ruh. Ia melatih pengendalian diri, tanpa menjerumuskan pada…
Jangan bermain-main dengan Ramadhan. Satu hari yang dirusak tanpa alasan tidak bisa ditebus hanya dengan penyesalan ringan.
Ada yang sibuk dengan menu berbuka, tapi lalai dari taubat. Ada yang rajin tarawih, tapi masih menjaga dendam. Ada yang khatam Al-Qur’an,…
Masuklah ke arena. Berlombalah dengan sungguh-sungguh.
Ramadhan adalah momen membersihkan hati. Bukan ajang membuka aib. Kalau ingin puasa bernilai di sisi Allah, jaga lisan lebih serius.
Kalau kamu ingin puasamu bernilai tinggi, jaga lisanmu lebih keras daripada menjaga perutmu.
Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Berbagi dulu, baru Allah lapangkan rezeki.
Jangan cuma minta rezeki dan urusan dunia. Mintalah surga. Mintalah keselamatan dari neraka.
Ramadhan tidak menunggu kita siap. Ia berjalan terus. Yang cerdas adalah yang memanfaatkannya.
Inilah potret Ramadhan yang sebenarnya. Puasa yang melahirkan empati. Ibadah yang melahirkan kepedulian.
Tetapkan target tilawah harian. Luangkan waktu untuk memahami artinya. Renungi pesan-pesannya. Hidupkan malam-malam dengan membaca dan berdoa.
Pada sepuluh hari terakhir, beliau semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. Malam-malamnya dihidupkan dengan qiyam, doa, dan munajat kepada Allah.