Petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam Menjelang Tidur
Ketika bangun tidur, Nabi ﷺ memulai hari dengan syukur, membaca, “Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa.”
Ketika bangun tidur, Nabi ﷺ memulai hari dengan syukur, membaca, “Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa.”
Imam Ath-Thabari رحمه الله menjelaskan bahwa generasi salaf menjadikan dzikir ini sebagai doa penderitaan.
Keutamaan ini hanya didapatkan oleh mereka yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci dan tidaklah dia keluar kecuali untuk shalat.
Senyum tulus, kata yang lembut, dan sikap memuliakan sesama bisa bernilai lebih tinggi di sisi Allah dibanding sedekah yang disertai kesombongan.
Saat shalat dihidupkan dengan pemahaman dan kekhusyukan, ia menjadi penawar luka, penenang hati, dan cahaya kehidupan seorang mukmin.
Membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur juga melatih istiqamah dalam amal kecil namun berkelanjutan.
Para ulama salaf menjelaskan bahwa shalat malam meninggalkan bekas kebaikan pada diri seseorang.
Memberi adalah simbol kemuliaan jiwa, kemandirian, dan kepercayaan kepada Allah, sedangkan meminta hanya dibenarkan dalam kondisi darurat dan kebutuhan yang nyata.
Seorang Muslim dituntut untuk pandai berterima kasih, terutama kepada orang-orang yang jasanya besar dalam hidupnya.
Ada beberapa hal penting bahwa shalat dapat dijamak manakala berada dalam beberapa keadaan yang diperbolehkan oleh syara’ untuk melakukan jamak shalat.
Fajar kazib adalah cahaya memanjang ke atas seperti ekor serigala, lalu menghilang kembali. Cahaya ini belum menandakan masuknya waktu Subuh.
Imam Ahmad رحمه الله berkata, kebutuhan manusia kepada Al-Qur’an lebih besar daripada kebutuhan kepada makanan.