Home IbadahBersedekahlah, karena Itu Menabur Sebiji Benih Menumbuhkan Tujuh Tangkai

Bersedekahlah, karena Itu Menabur Sebiji Benih Menumbuhkan Tujuh Tangkai

Senyum tulus, kata yang lembut, dan sikap memuliakan sesama bisa bernilai lebih tinggi di sisi Allah dibanding sedekah yang disertai kesombongan.

by Abu Umar
0 comments 105 views

Al-Qur’an menggambarkan sedekah sebagai amal yang penuh keberkahan dan pelipatgandaan pahala. Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menegaskan bahwa infak dan sedekah bukan sekadar pengeluaran harta, tetapi investasi akhirat yang nilainya berlipat ganda. Para ulama salaf memahami ayat ini sebagai dorongan kuat untuk beramal dengan hati yang ikhlas. Imam Ibn Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa pelipatgandaan pahala dalam ayat ini bergantung pada keikhlasan dan kualitas niat seseorang, bukan semata-mata pada besar kecilnya harta yang dikeluarkan.

BACA JUGA: Sedekah, Bukti Engkau Yakin pada Allah

Namun, Al-Qur’an juga memberi peringatan tegas agar sedekah tidak dirusak oleh sikap menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti perasaan penerima. Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُوْنَ مَآ اَنْفَقُوْا مَنًّا وَّلَآ اَذًىۙ لَّهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٢٦٢

“Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan tidak pula menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih.” (QS. Al-Baqarah: 262)

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Merusak sedekah dengan menyebut-nyebutnya lebih berat dosanya daripada tidak bersedekah sama sekali.” Perkataan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga adab setelah memberi. Sedekah bukan alat untuk meninggikan diri, melainkan sarana merendahkan hati di hadapan Allah.

۞ قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ ٢٦٣

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakiti.” (QS. Al-Baqarah: 263)

BACA JUGA:  

banner

5 Penyebab Sedekah Jadi Sia-sia

Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Betapa banyak amal besar yang menjadi kecil karena niat, dan betapa banyak amal kecil yang menjadi besar karena keikhlasan.” Maka, senyum tulus, kata yang lembut, dan sikap memuliakan sesama bisa bernilai lebih tinggi di sisi Allah dibanding sedekah yang disertai kesombongan.

Dari rangkaian ayat ini, jelas bahwa sedekah yang diterima bukan hanya soal memberi, tetapi juga bagaimana cara memberi. Keikhlasan, adab, dan menjaga perasaan orang lain adalah ruh dari sedekah itu sendiri. Dengan itulah harta menjadi berkah, hati menjadi bersih, dan pahala benar-benar dilipatgandakan oleh Allah SWT. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119