Menjawab Adzan Bisa Mendapatkan Syafaat Nabi
Menjawab adzan bukan sekadar kebiasaan, melainkan ibadah yang sarat dengan keutamaan.
Menjawab adzan bukan sekadar kebiasaan, melainkan ibadah yang sarat dengan keutamaan.
Infak dan sedekah bukan sekadar pasti diganti, tetapi dijanjikan balasan yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat
Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata, “Aku terkadang melakukan seratus kali istighfar dalam sehari.”
Diterimanya shalat bukan hanya dinilai dari gerakan lahiriah, tetapi dari keikhlasan, kesesuaian dengan sunnah, kekhusyukan, serta dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Para ulama menjelaskan bahwa meskipun pahala langkah yang jauh besar, tetap dianjurkan untuk memakmurkan masjid terdekat agar terjalin kebersamaan, ukhuwah, dan dakwah…
Waktu terbaik dan paling afdhal: sepertiga malam terakhir, berdasarkan Al-Qur’an, hadis shahih, dan ijma‘ ulama.
Shalat witir menjadi penyempurna shalat malam, penutup ibadah harian seorang mukmin, serta tanda kecintaan kepada sunnah Nabi ﷺ.
Pengembalian dari Allah tidak selalu berupa uang, tetapi bisa berupa kesehatan, ketenangan, kemudahan urusan, atau dijauhkan dari musibah.
Sholat Sunnah yang dilakukan empat rakaat sebelum dan sesudah sholat dhuhur secara rutin akan diharamkan Allah api neraka.
Begitu pula apabila pada akhir rakaat ia baru ingat bahwa ia belum melakukan tasyahud awal, maka ia juga berkewajiban melakukan sujud sahwi.
Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallambersabda: “Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah…
Menjawab adzan itu mudah. Bershalawat setelahnya ringan. Membaca doa hanya sekejap.