Hari Kebangkitan (1)
Di antara persoalan yang dianggap aneh dan diragukan orang-orang kafir adalah kebangkitan (setelah mati) dan perhitungan amal (hisab) pada Hari Kiamat.
Di antara persoalan yang dianggap aneh dan diragukan orang-orang kafir adalah kebangkitan (setelah mati) dan perhitungan amal (hisab) pada Hari Kiamat.
Bagaimana mungkin penduduk surga menyesal sedangkan mereka sudah mendapatkan keinginan dan kemenangan di surga?
Para penghuni surga mendengar salam dari Allah.
Selama di dunia, ia menyakini perjumpaannya dengan Allah sehingga ia selalu beramal saleh. Kelak, ia pun dihisab dengan hisab yang ringan.
Inilah kondisi orang yang beriman yang dimuliakan oleh Allah. Ia menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya dan ia menyukai isi catatan itu.
Dilemparkannya Matahari dan Bulan ke dalam neraka merupakan salah satu bukti luasnya neraka jahanam. Para ulama menjelaskan alasan dilemparkannya Matahari dan Bulan…
Juga dari Abu Darda, ia berkata, "Barang siapa banyak mengingat mati maka akan berkurang kedengkian dan kesenangannya."
Orang-orang pun memperhatikan seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menengadahkan leher dan pandangan mereka pada beliau.
Jika kita mencoba membandingkan kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat, tidak akan ada yang dapat kita bandingkan.
Ya, sebaik-baik khalifah (pengganti, pembela, atau penolong) adalah Rabb kita ‘Azza wa Jalla.