Riyadhush Shalihin Hadist 8: Hakikat Jihad di Jalan Allah
Semua amal manusia akan diperhitungkan di sisi Allah SWT berdasarkan niat yang baik.
Semua amal manusia akan diperhitungkan di sisi Allah SWT berdasarkan niat yang baik.
Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, yang tepat adalah kematian ruh saat berpisah dan keluar dari raga.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Seorang hamba tidak akan bisa berjalan di atas jalan kebenaran kecuali dengan meninggalkan kebiasaan mayoritas manusia.”
Kemudian penyeru mengumumkan, 'Kalian akan hidup dan tidak akan mati selamanya, bermukim tidak akan berpindah selamanya, serta sehat dan tidak akan sakit…
Wajah-wajah mereka menjadi putih dengan cahaya dari Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya di surga.
Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melewati dua kuburan lalu beliau bersabda, "Keduanya sedang disiksa, tapi bukan karena dosa besar."
Karena sangat pentingnya masalah ini, Rasulullah ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat. Bahkan beliau pernah berkhotbah mengenai hal ini.
Bayangkan, rintihan orang sakit—yang mungkin keluar secara refleks, tanpa sengaja, tanpa niat—itu pun dicatat oleh malaikat.
Hadis ini merupakan bentuk lain dari kandungan Ayat Kursi, ia adalah rajanya hadis-hadis, sebagaimana Ayat Kursi adalah rajanya ayat-ayat al-Qur'an.
Memperbaiki hati harus lebih diutamakan dibandingkan anggota tubuh, karena amal hati akan meluruskan amal-amal syar'iyah.
Boleh mengumpulkan harta dengan cara yang halal dan itu tidak dianggap sebagai penimbunan, selama pemiliknya memberikan hak harta yang dimilikinya.
Fitnah kubur berlaku untuk semua mukalaf, kecuali para nabi-yang dalam hal ini diperselisihkan para syuhada dan orang-orang yang meninggal ketika bertugas di…