Terbunuhnya Khalifah Utsman dan Perpecahan Umat
Nabi menyerupakan peperangan dengan geraham karena ia menggiling pihak-pihak yang berperang sebagaimana geraham menggiling dan menghancurkan biji.
Nabi menyerupakan peperangan dengan geraham karena ia menggiling pihak-pihak yang berperang sebagaimana geraham menggiling dan menghancurkan biji.
Dalam Sunan Abi Dawud, Sunan Ibn Majah, Mustadrak al-Hakim, dan Musnad Ahmad diriwayatkan dari sahabat Anas r.a. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Umatku…
Salah satunya adalah menjaga lisan. Banyak orang rajin beribadah, namun lisannya menyakiti orang lain.
"Bagaimanakah kalian ketika Isa as, turun kepada kalian dan imam kalian dari kalian sendiri."
Di antara kita ada orang yang Isa ibn Maryam akan salat di belakangnya." Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab al-Mahdi.
Al-Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Berpeganglah pada jalan petunjuk walaupun sedikit yang menempuhnya, dan jangan tertipu dengan banyaknya orang yang binasa.”
Sudah saatnya kita menata kembali tujuan hidup. Jadikan akhirat sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap.
Hadits ini menunjukkan bahwa kerusakan akhir zaman bukan hanya pada lingkungan, tetapi pada manusia itu sendiri—dalam cara berpikir, berbicara, dan menjalani hidup.
Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari hadits ini bukan semata-mata perubahan jumlah waktu secara hakiki, tetapi lebih kepada hilangnya keberkahan waktu.
Merasa “asing” dalam kebaikan bukanlah sesuatu yang perlu disesali, melainkan tanda bahwa seseorang sedang berjalan di jalur yang benar.
Apakah akhlak kita sudah cukup untuk mendapatkan tempat yang tinggi di Surga?
Ia harus bermuhasabah: apakah aktivitas dunia yang dilakukan mendekatkan kepada Allah atau justru menjauhkan?