Di antara kabar yang disampaikan Rasulullah Muhammad ﷺ tentang akhir zaman adalah munculnya berbagai fenomena yang menggambarkan rusaknya keadaan manusia. Salah satunya adalah hadits yang menyebutkan tiga perkara: fitnah yang meluas, kebohongan yang merajalela, dan pasar yang semakin berdekatan.
Teks Hadits
Dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ فِتَنٌ، وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ، وَتَتَقَارَبَ الْأَسْوَاقُ
“Tidak akan datang Hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan, dan berdekatannya pasar.”
(HR. Ahmad dalam Musnad Ahmad)
—
1. Munculnya Berbagai Fitnah
Kata fitnah dalam hadits ini mencakup segala bentuk ujian yang mengguncang agama seseorang, baik berupa:
syubhat (kerancuan pemikiran),
syahwat (godaan hawa nafsu),
maupun kekacauan sosial.
Di akhir zaman, fitnah datang silih berganti, bahkan seseorang bisa bingung membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Para ulama salaf mengingatkan bahwa fitnah yang paling berbahaya adalah yang merusak iman dan keyakinan.
BACA JUGA: Orang-orang yang Tertipu di Akhir Zaman
2. Banyaknya Kebohongan
Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa kebohongan akan semakin banyak. Ini tampak jelas dalam berbagai bentuk:
berita palsu (hoaks),
manipulasi informasi,
dusta dalam perdagangan,
hingga kebohongan yang dianggap biasa.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa meluasnya kebohongan adalah tanda lemahnya amanah dan hilangnya kejujuran dalam masyarakat.
Lebih berbahaya lagi, di akhir zaman orang yang jujur justru dianggap aneh, sementara pendusta malah dipercaya.
—
3. Berdekatannya Pasar
Makna “berdekatannya pasar” dijelaskan oleh para ulama dalam beberapa penafsiran:
a. Secara fisik
Pasar-pasar semakin banyak dan saling berdekatan. Pusat perdagangan tersebar luas di berbagai tempat.
b. Kemudahan akses
Perdagangan menjadi sangat mudah, bahkan tanpa harus berpindah tempat (seperti jual beli online di zaman sekarang).
c. Fokus manusia pada dunia
Hati manusia semakin terikat dengan urusan jual beli dan keuntungan dunia, sehingga melalaikan akhirat.
Sebagian ulama juga mengaitkan hal ini dengan meningkatnya persaingan bisnis yang tidak sehat, yang sering kali diiringi dengan kebohongan dan kecurangan.
—
Keterkaitan Tiga Tanda Ini
Menariknya, tiga tanda dalam hadits ini saling berkaitan:
Fitnah membuat manusia bingung dan mudah tergelincir,
Kebohongan merusak kepercayaan dan kejujuran,
Pasar menjadi pusat kesibukan dunia yang melalaikan.
Akhirnya, manusia sibuk mengejar dunia dalam keadaan penuh fitnah dan kebohongan.
—
Pelajaran untuk Kita
1. Menjaga iman di tengah fitnah
Perbanyak ilmu dan doa agar tidak terseret arus.
2. Berpegang teguh pada kejujuran
Walaupun kebohongan menjadi kebiasaan, seorang Muslim tetap harus jujur.
3. Tidak lalai dengan dunia
Berdagang boleh, tetapi jangan sampai melupakan akhirat.
4. Selektif terhadap informasi
Jangan mudah percaya tanpa tabayyun.
BACA JUGA: Kabut di Akhir Zaman
Penutup
Hadits ini menunjukkan bahwa kerusakan akhir zaman bukan hanya pada lingkungan, tetapi pada manusia itu sendiri—dalam cara berpikir, berbicara, dan menjalani hidup.
Maka, keselamatan bukan pada banyaknya harta atau luasnya usaha, tetapi pada:
- hati yang selamat,
- lisan yang jujur,
- dan amal yang ikhlas.
Semoga Allah menjaga kita dari fitnah akhir zaman, menjauhkan dari kebohongan, dan menjadikan dunia di tangan kita—bukan di hati kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

