Home TsaqofahPahala Sedekah Rusak karena Hal ini

Pahala Sedekah Rusak karena Hal ini

by Abu Umar
0 comments 67 views

Hendaklah kita bersedekah atau membelanjakan harta berdasarkan cinta kepada Allah Swt. bukan untuk mencari nama besar atau kehormatan. Tujuan yang salah dalam membelanjakan harta di jalan Allah dapat menyebabkan kebajikannya hancur bahkan dapat dipandang sebagai dosa.

Allah tidak melihat kepada rupa atau harta kita, tetapi Allah melihat pada amalan-amalan dan niat kita ketika kita akan membelanjakan harta tersebut.

BACA JUGA: Sedekah, Menurut Berbagai Hadist Nabi

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu jadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.’ (HR. al-Baqarah : 264)

Rasulullah ﷺ bersabada bahwa sebagian manusia tidak akan masuk surga, jika salah seorang di antara mereka adalah orang yang mengingat-ngingat atau mengungkit-ungkit jasa baiknya kepada penerima sedekah. Kedua adalah orang-orang yang tidak taat kepada ibu bapaknya, dan yang terakhir adalah peminum khamr.

BACA JUGA:  Manfaat Sedekah

Riya dan semua turunannya itu merupakan akhlak yang tercela dan merupakan sofat orang-orang munafik.

Allah berfirman dalam surah Al-Maun ayat 1-7, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agam? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberikan makan orang miskin. Maka kecekaanlah bagi orang-orang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya, orang yang berbuat riya, dan enggan (meonong dengan) barang berguna.”

Kita harus berhati-hati terhadap riya (beramal untuk menunjuk-nunjukan kepada orang lain sehingga dipuji), mann (menyebut-nyebut pemberian), dan adza (menyakiti perasaan di penerima), karena perbedaan riya, mann, dan adza dengan membelanjakan harta di jalan Allah memiliki perbedaan yang sangat tipis. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119