Home MuhasabahMenghapus Pesan Tidak Berarti Menghapus Catatan Amal

Menghapus Pesan Tidak Berarti Menghapus Catatan Amal

Hapus pula kesalahan itu dengan taubat, lalu mintalah maaf kepada orang yang telah kita sakiti jika memang ada haknya yang harus diselesaikan.

by Abu Umar
0 comments 14 views

Di zaman sekarang, kita tidak hanya perlu berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan, tetapi juga dengan apa yang kita tuliskan.

Satu kalimat bisa diketik hanya dalam beberapa detik. Sebuah pesan bisa dikirim ketika emosi sedang memuncak. Setelah itu, kita mungkin menyadari bahwa tulisan tersebut terlalu kasar, menyakiti orang lain, atau tidak seharusnya dikirim.

Akhirnya kita buru-buru menekan tombol “hapus pesan.”

Pesan itu memang bisa hilang dari layar percakapan. Namun, ada satu hal yang perlu kita renungkan:

Apakah pesan tersebut benar-benar hilang dari catatan kita di sisi Allah?

Allah Ta’ala menggambarkan keadaan manusia ketika diperlihatkan catatan amal mereka di akhirat. Allah berfirman, “Dan mereka berkata, ‘Aduhai celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, melainkan mencatat semuanya.’” (QS. Al-Kahfi: 49).

BACA JUGA:  Kini Radio, HP, TV, Bisa Bersuara, Besok Tangan Anda

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak ada amal yang luput dari pencatatan.

Apa yang kita lakukan dengan tangan, apa yang kita ucapkan dengan lisan, dan apa yang kita tuliskan melalui perangkat yang kita gunakan, semuanya harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Karena itu, jangan merasa aman hanya karena sebuah pesan sudah dihapus.

Terhapus dari layar bukan berarti terhapus dari catatan amal.

Mungkin manusia sudah tidak dapat membacanya lagi. Mungkin percakapan tersebut sudah kita hapus. Bahkan mungkin kita sendiri sudah lupa pernah menulisnya.

Namun, Allah tidak pernah lupa.

Rasulullah ﷺ juga memberikan nasihat agar seorang Muslim berhati-hati dalam berbicara. Beliau bersabda, “Janganlah engkau mengucapkan suatu perkataan yang menyebabkanmu harus meminta maaf karenanya di kemudian hari.” (HR. Ahmad no. 23498 dan Ibnu Majah no. 4171; dinilai hasan dalam sumber yang dikutip).

Nasihat ini sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini.

Sebab tulisan sering kali dibuat ketika emosi sedang menguasai diri. Saat marah, jari lebih cepat mengetik daripada akal berpikir. Saat kecewa, kita bisa menulis sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kita katakan jika berada dalam keadaan tenang.

Setelah pesan terkirim, barulah muncul penyesalan.

Kita menghapusnya.

Tetapi bisa jadi orang lain sudah membacanya. Bisa jadi ia sudah menyimpan tangkapan layarnya. Dan yang lebih penting, catatan amal kita tidak ikut terhapus.

Maka, biasakan berhenti sejenak sebelum mengirim pesan.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Apakah tulisan ini benar?

Apakah tulisan ini perlu?

Apakah tulisan ini bermanfaat?

Apakah saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?

Tidak semua yang kita pikirkan harus ditulis. Tidak semua yang kita rasakan harus dikirimkan. Tidak semua perasaan harus berubah menjadi pesan.

BACA JUGA:  Pesan bagi Orang yang Berumur 60 dan 70 Tahun

Terkadang, diam justru lebih selamat.

Dan jika terlanjur menulis sesuatu yang menyakiti orang lain, jangan hanya menghapus pesannya. Hapus pula kesalahan itu dengan taubat, lalu mintalah maaf kepada orang yang telah kita sakiti jika memang ada haknya yang harus diselesaikan.

Saudaraku, jari kita mungkin hanya mengetuk layar.

Tetapi apa yang keluar melalui ketukan itu bisa menjadi kebaikan yang terus mengalir atau keburukan yang kita sesali.

Maka sebelum menekan tombol “kirim,” berpikirlah.

Sebab kita mungkin bisa menghapus sebuah pesan dari percakapan, tetapi kita tidak bisa menghapus begitu saja apa yang telah dicatat oleh malaikat. []

SUMBER: SAHABAT ILMU

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119