Home KajianSeputar Kesalahan setelah Shalat

Seputar Kesalahan setelah Shalat

Jangan merasa cukup hanya karena sebuah amalan sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Shalat tidak berhenti begitu salam diucapkan. Setelah shalat fardhu, Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai zikir dan doa yang hendaknya kita amalkan sesuai dengan tuntunan beliau.

Namun, dalam praktiknya terdapat sejumlah kebiasaan setelah shalat yang perlu diperhatikan. Bukan berarti setiap kebiasaan tersebut otomatis haram atau membatalkan ibadah, tetapi seorang Muslim hendaknya mengetahui mana yang benar-benar memiliki tuntunan dari Rasulullah ﷺ dan mana yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Pertama, mengusap wajah setelah salam.

Mengusap wajah setelah selesai shalat sering dilakukan sebagian kaum Muslimin. Namun, tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ merutinkan mengusap wajah setelah salam. Karena itu, sebaiknya tidak menganggapnya sebagai sunnah khusus setelah shalat.

BACA JUGA:  Keadaan yang Menyebabkan Seseorang Mengulangi Shalat

Kedua, menjadikan zikir dan doa setelah shalat sebagai satu rangkaian yang dipimpin imam secara rutin.

Yang dituntunkan adalah setiap orang berdzikir kepada Allah setelah shalat. Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai bacaan zikir setelah salam, seperti istighfar tiga kali dan membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Yang Mahasejahtera), dari-Mu kesejahteraan, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)

Ketiga, membaca Alhamdulillah dan Al-Fatihah setelah salam sebagai amalan khusus.

Al-Fatihah adalah surah yang sangat agung. Namun, tidak ada tuntunan khusus dari Rasulullah ﷺ untuk menjadikannya bacaan rutin setelah setiap shalat fardhu.

Keempat, menghitung zikir.

Rasulullah ﷺ mengajarkan menghitung zikir dengan jari-jari tangan. Beliau bersabda:

اعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ وَالْأَصَابِعِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

“Hitunglah dengan ruas-ruas jari dan jari-jari kalian, karena jari-jari tersebut akan ditanya dan dibuat berbicara.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Menggunakan tasbih untuk menghitung zikir merupakan masalah yang dibahas para ulama. Namun, menghitung dengan jari memiliki dasar yang jelas dari sunnah.

Kelima, menganggap zikir berjamaah dengan suara serentak sebagai tata cara yang harus dilakukan.

Mengeraskan suara ketika berdzikir setelah shalat pernah dilakukan para sahabat. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa ia mengetahui selesainya shalat Nabi ﷺ dari suara zikir yang terdengar. (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, hal tersebut tidak berarti setiap orang harus membaca zikir secara serentak dengan satu suara. Yang perlu dijaga adalah mengikuti bacaan dan tata cara yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Keenam, menganggap mengangkat tangan dan berdoa setelah setiap shalat fardhu sebagai sunnah yang selalu dilakukan.

Berdoa adalah ibadah yang agung. Akan tetapi, tidak terdapat tuntunan sahih bahwa Rasulullah ﷺ selalu mengangkat tangan dan melakukan doa khusus secara rutin setiap selesai shalat fardhu. Karena itu, jangan menjadikan tata cara tertentu sebagai sunnah khusus tanpa dalil.

BACA JUGA:  Posisi Shalat Berjamaah Jika Hanya Dua Orang

Ketujuh, berjabat tangan setelah shalat sebagai kebiasaan yang dianggap bagian dari sunnah shalat.

Berjabat tangan pada dasarnya merupakan amalan yang baik ketika bertemu sesama Muslim. Namun, menjadikannya sebagai ritual khusus setiap selesai shalat membutuhkan dalil. Jangan sampai kebiasaan yang baik dianggap sebagai sunnah khusus yang ditetapkan Rasulullah ﷺ tanpa dasar.

Pada akhirnya, persoalan setelah shalat bukan sekadar tentang banyak atau sedikitnya bacaan. Yang lebih penting adalah apakah ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Maka, mari kita pelajari kembali zikir setelah shalat dari Al-Qur’an dan sunnah yang shahih. Jangan merasa cukup hanya karena sebuah amalan sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

Dalam ibadah, yang kita cari bukan sekadar banyaknya amalan, tetapi keridaan Allah melalui amalan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. []

banner

Sumber: 📔 Dzikir Pagi Petang & Sesudah Sholat Fardhu menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119