Setiap Muslim tentu berharap mendapatkan rahmat dan perhatian Allah pada hari kiamat.
Kita ingin Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Kita ingin Allah menerima amal-amal kita.
Kita ingin termasuk orang-orang yang mendapatkan kemuliaan di hadapan-Nya.
Namun, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan adanya golongan yang mendapatkan ancaman sangat berat.
Dari Abu Dzar رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَ مِرَارًا. قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak dipandang oleh-Nya, tidak disucikan oleh-Nya, dan bagi mereka azab yang pedih.”
Rasulullah ﷺ menyebutkan ancaman tersebut sebanyak tiga kali.
Abu Dzar رضي الله عنه berkata, “Merugilah mereka! Siapakah mereka, wahai Rasulullah?”
BACA JUGA: 4 Golongan Manusia dengan Kematian
Beliau menjawab, “Orang yang memanjangkan pakaiannya, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 106)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa ada dosa yang berkaitan dengan kesombongan, menyakiti orang lain, dan ketidakjujuran dalam mencari keuntungan.
1. Orang yang Memanjangkan Pakaiannya
Yang dimaksud dalam hadis ini adalah orang yang memanjangkan pakaian karena kesombongan.
Ia ingin menunjukkan kelebihan.
Ia ingin terlihat lebih tinggi.
Ia ingin dipandang lebih terhormat daripada orang lain.
Islam mengajarkan kita untuk berpakaian dengan baik, tetapi tidak membenarkan kesombongan.
Pakaian yang bagus tidak menjadi masalah. Harta yang banyak juga bukan dosa. Yang tercela adalah ketika seseorang menjadikan nikmat Allah sebagai sarana untuk merendahkan orang lain dan membanggakan diri.
Karena itu, seorang Muslim harus memperhatikan bukan hanya bentuk pakaiannya, tetapi juga keadaan hatinya.
2. Orang yang Mengungkit-Ungkit Pemberian
Memberi adalah amal yang mulia.
Namun, pahala pemberian dapat rusak ketika seseorang terus mengungkit-ungkitnya.
“Dulu saya yang membantu kamu.”
“Kalau bukan karena saya, kamu tidak akan seperti sekarang.”
“Saya sudah banyak berkorban untukmu.”
Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar biasa, tetapi dapat melukai hati orang yang pernah menerima bantuan.
Padahal, orang yang memberi seharusnya mengharapkan balasan dari Allah, bukan penghargaan terus-menerus dari manusia.
Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima.” (Al-Baqarah: 264)
Maka, jika kita pernah membantu seseorang, jangan jadikan bantuan itu sebagai alat untuk menguasai, mempermalukan, atau merendahkannya.
3. Orang yang Melariskan Dagangan dengan Sumpah Palsu
Islam menghalalkan perdagangan.
Islam juga menganjurkan kejujuran dalam mencari rezeki.
Namun, sebagian orang rela berdusta demi mendapatkan keuntungan.
Ia bersumpah bahwa barangnya berkualitas, padahal tidak.
Ia mengatakan harga modalnya sekian, padahal tidak demikian.
Ia mengaku tidak pernah mendapatkan keuntungan besar, padahal sebenarnya ia sedang menipu pembeli.
Semua itu merupakan bentuk ketidakjujuran.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sumpah itu memang dapat melariskan dagangan, tetapi menghapus keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keuntungan yang diperoleh melalui kebohongan mungkin terlihat besar.
Namun, keberkahan bisa hilang.
Hati menjadi gelisah.
Kepercayaan orang lain rusak.
Dan harta yang diperoleh tidak lagi membawa ketenangan.
BACA JUGA: Menjadi Golongan yang Sedikit, Seperti Diberitakan oleh Al-Quran, Siapa Saja?
Saudaraku, hadis ini bukan sekadar untuk menilai orang lain.
Hadis ini adalah cermin bagi diri kita sendiri.
Apakah kita pernah sombong karena pakaian atau harta?
Apakah kita pernah mengungkit bantuan yang telah diberikan?
Apakah kita pernah berdusta demi mendapatkan keuntungan?
Jika pernah, jangan menunda untuk bertaubat.
Tinggalkan kesombongan.
Jaga lisan.
Perbaiki niat.
Berdaganglah dengan jujur.
Dan jangan merusak amal kebaikan dengan menyakiti orang yang pernah kita bantu.
Sebab, kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh pakaian yang panjang, harta yang banyak, atau keuntungan yang besar.
Kemuliaan di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaan dan kejujuran seorang hamba. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

