Home MuamalahAdab Buruk: Diajak Ngobrol, tetapi Sibuk Melihat Handphone

Adab Buruk: Diajak Ngobrol, tetapi Sibuk Melihat Handphone

Ketika seseorang berbicara kepada kita, cobalah hadir sepenuhnya.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Pernahkah seseorang sedang berbicara kepada kita, tetapi mata kita justru sibuk melihat layar handphone?

Kita memang berada di hadapannya.

Namun, apakah hati kita benar-benar hadir untuk mendengarkannya?

Terkadang, hal seperti ini dianggap sepele. Padahal, cara kita memperlakukan orang lain ketika berbicara dengannya termasuk bagian dari adab.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

إِذَا جَالَسْتَ فَكُنْ عَلَى أَنْ تَسْمَعَ أَحْرَصَ مِنْكَ عَلَى أَنْ تَقُولَ، وَتَعَلَّمْ حُسْنَ الِاسْتِمَاعِ كَمَا تَتَعَلَّمُ حُسْنَ الْقَوْلِ، وَلَا تَقْطَعْ عَلَى أَحَدٍ حَدِيثَهُ

“Apabila engkau sedang duduk bersama orang lain, hendaknya engkau lebih bersemangat untuk mendengar daripada berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain.” (Al-Muntaqa, hlm. 72)

BACA JUGA:  Kini Radio, HP, TV, Bisa Bersuara, Besok Tangan Anda

Nasihat ini sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini.

Berapa kali seseorang mengajak kita berbicara, tetapi perhatian kita justru tertuju kepada handphone?

Berapa kali kita membuka notifikasi ketika orang lain sedang menyampaikan sesuatu?

Bahkan terkadang, kita masih sempat membalas pesan ketika seseorang sedang berbicara di hadapan kita.

Lalu, bagaimana perasaan orang tersebut?

Mungkin ia merasa tidak dihargai.

Mungkin ia merasa perkataannya tidak penting.

Padahal, bisa jadi ia sedang menceritakan sesuatu yang sangat berarti baginya.

BACA JUGA: 3 Sebab Futur

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga memberikan nasihat tentang hak seorang teman duduk. Beliau berkata:

لِجَلِيسِي عَلَيَّ ثَلَاثٌ: أَنْ أَرْمِيَهُ بِطَرْفِي إِذَا أَقْبَلَ، وَأَنْ أُوَسِّعَ لَهُ فِي الْمَجْلِسِ إِذَا جَلَسَ، وَأَنْ أُصْغِيَ إِلَيْهِ إِذَا تَحَدَّثَ

“Teman dudukku memiliki tiga hak yang menjadi kewajibanku: aku mengarahkan pandanganku kepadanya ketika ia datang, memberikan tempat yang lapang ketika ia duduk, dan mendengarkan dengan saksama ketika ia berbicara.” (‘Uyuunul Akhbar, 1/307)

Mendengarkan adalah bentuk penghargaan.

Menatap orang yang sedang berbicara adalah bentuk perhatian.

Meletakkan handphone sejenak adalah bentuk penghormatan.

Maka, ketika seseorang berbicara kepada kita, cobalah hadir sepenuhnya.

Sebab terkadang, yang dibutuhkan seseorang bukan jawaban yang panjang, melainkan seseorang yang mau benar-benar mendengarkannya.

Jangan sampai handphone yang hanya benda mati justru mendapatkan perhatian lebih besar daripada manusia yang sedang berada di hadapan kita. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119