Home KajianKesempurnaan Penciptaan Nabi Adam

Kesempurnaan Penciptaan Nabi Adam

Penciptaan Nabi Adam tidak mengalami perkembangan atau tumbuh-kembang dari satu bentuk ke bentuk lainnya, atau dari satu penciptaan ke penciptaan berikutnya.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Allah telah menciptakan Adam dengan penciptaan yang sempurna sejak awal penciptaannya. Hal ini berbeda dengan anggapan sekelompok orang sesat yang menyebutkan bahwa awal penciptaannya masih kurang sempurna, lalu tumbuh dan berkembang menuju kesempurnaan dalam waktu yang cukup lama.

Rasulullah Muhammad ﷺ telah menyampaikan kepada kita bahwa di antara bentuk kesempurnaan penciptaan Adam adalah tingginya yang mencapai enam puluh hasta. Adapun penciptaan manusia setelah Nabi Adam mengalami pengurangan hingga menjadi seperti bentuk manusia pada hari ini. Kelak pada hari kiamat, orang-orang beriman akan masuk surga dengan fisik yang sempurna seperti fisik Nabi Adam.

BACA JUGA:  Doa Nabi Adam Memohon Ampun kepada Allah

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih keduanya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dahulu, Allah menciptakan Adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka, yaitu para malaikat, serta dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatanmu. Salam itu juga akan menjadi salam penghormatan bagi anak keturunanmu.’ Maka Adam menyampaikan salam, ‘As-Salamu ‘alaikum’ (salam sejahtera untuk kalian). Mereka menjawab, ‘As-Salamu ‘alaika wa rahmatullah’ (salam sejahtera dan rahmat Allah untukmu). Mereka menambahkan kalimat wa rahmatullah. Nanti setiap orang yang masuk surga bentuknya seperti Adam. Dan manusia terus saja berkurang tingginya sampai sekarang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dalil yang sahih bahwa Nabi Adam diciptakan dengan penciptaan yang sempurna sejak awal penciptaannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis terdahulu, Allah menciptakan Adam dengan seluruh ciri fisiknya dalam bentuk yang telah Allah tetapkan.

BACA JUGA:  Meninggalnya Nabi Adam Alaihissalam

Penciptaan Nabi Adam tidak mengalami perkembangan atau tumbuh-kembang dari satu bentuk ke bentuk lainnya, atau dari satu penciptaan ke penciptaan berikutnya.

Berbeda dengan anak keturunan Adam. Allah menciptakan mereka di dalam rahim ibu mereka secara bertahap. Pada awalnya berupa sperma, kemudian menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, kemudian menjadi makhluk lain yang telah berbentuk setelah ditiupkan ruh kepadanya. []

Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119