Home KajianSiapakah yang Dimaksud dengan Ahlul Qur’an?

Siapakah yang Dimaksud dengan Ahlul Qur’an?

Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari banyaknya hafalan semata, tetapi dari sejauh mana Al-Qur'an membentuk akhlak dan perilakunya.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang menjadi petunjuk hidup bagi seluruh manusia. Kitab suci ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Karena kedudukan Al-Qur’an yang sangat agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemuliaan yang besar kepada orang-orang yang benar-benar dekat dengannya.

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan sebuah kabar gembira tentang golongan manusia yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Beliau bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba-hamba pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

BACA JUGA:  Saudaraku, Bacalah Quran setiap Hari

Tentu yang dimaksud dengan Ahlullah atau “keluarga Allah” bukanlah hubungan nasab atau keturunan. Allah Maha Suci dan tidak memiliki anak maupun keluarga sebagaimana makhluk. Maksud hadits ini adalah bahwa mereka memperoleh kemuliaan, kedekatan, dan kasih sayang khusus dari Allah karena hubungan mereka yang sangat erat dengan Al-Qur’an.

Lalu siapakah yang disebut sebagai Ahlul Qur’an? Mereka bukan sekadar orang yang mampu membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah atau menghafalnya di luar kepala. Ahlul Qur’an adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup. Mereka membacanya dengan rutin, berusaha memahami maknanya, mengamalkan setiap perintahnya, menjauhi larangannya, serta mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada orang lain.

BACA JUGA:  Adab Pengajar dan Pelajar Al-Quran: Berniat Mengharap Ridha Allah Semata

Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari banyaknya hafalan semata, tetapi dari sejauh mana Al-Qur’an membentuk akhlak dan perilakunya. Sebab, tujuan diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk diamalkan, bukan hanya dilantunkan.

Oleh karena itu, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari Ahlul Qur’an. Tidak harus menjadi seorang qari terkenal atau hafizh 30 juz terlebih dahulu. Mulailah dengan membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, mentadabburi ayat-ayatnya, kemudian berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin dekat pula ia kepada rahmat dan pertolongan Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119