Home TsaqofahLangkah Terakhir Setan Menggoda Manusia Ketika Sakaratul Maut

Langkah Terakhir Setan Menggoda Manusia Ketika Sakaratul Maut

Kematian bisa datang ketika kita sedang sehat, ketika sedang bekerja, ketika sedang tidur, atau ketika sedang melakukan sesuatu yang tidak pernah kita sangka menjadi akhir kehidupan kita.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Setan adalah musuh manusia yang tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan anak Adam.

Sejak manusia hidup di dunia hingga ajal menjemput, setan terus berusaha mencari celah untuk menjauhkan manusia dari Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh merasa aman dari godaan setan, bahkan ketika usianya telah tua dan ajal semakin dekat.

Allah Ta‘ala mengisahkan sumpah Iblis:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ

“(Iblis) menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka.’” (Al-A‘raf: 16–17)

BACA JUGA: Shalat Shubuh Sebab Terusirnya Setan

Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya permusuhan setan terhadap manusia.

Ia akan berusaha menggoda dari berbagai arah.

Ketika manusia masih muda, setan menggoda.

Ketika manusia memiliki kekayaan, setan menggoda.

Ketika manusia sedang sendirian, setan menggoda.

Ketika manusia sedang menghadapi musibah, setan menggoda.

Bahkan ketika ajal telah mendekat, seorang mukmin tetap harus memohon perlindungan kepada Allah.

Jangan Merasa Aman di Penghujung Kehidupan

Sakaratul maut adalah saat yang sangat berat. Pada saat itu, manusia berada dalam keadaan lemah. Tubuh tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelumnya. Kesempatan hidup di dunia semakin sedikit.

Karena itu, jangan pernah merasa aman hanya karena selama ini kita telah banyak melakukan amal saleh.

Yang kita butuhkan bukan hanya amal yang banyak, tetapi juga keteguhan hati hingga akhir kehidupan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ

“Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kalian dalam setiap urusannya.” (HR. Muslim no. 2033)

Hadis ini menunjukkan bahwa setan terus berusaha mengganggu manusia dalam berbagai keadaan.

Karena itu, seorang Muslim harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah.

Jangan mengandalkan amal sendiri.

Jangan merasa telah aman dari fitnah.

Jangan merasa pasti mendapatkan husnul khatimah hanya karena kehidupan kita selama ini terlihat baik.

Teruslah berdoa agar Allah meneguhkan hati hingga akhir hayat.

Persiapkan Diri Sebelum Sakaratul Maut

Sakaratul maut bukanlah waktu untuk baru mulai memperbaiki diri.

Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang.

Jika masih memiliki dosa, segera bertaubat.

Jika masih meninggalkan kewajiban, segera tunaikan.

Jika masih menyimpan permusuhan, segera berdamai.

Jika masih memiliki utang, segera selesaikan.

Jika masih memiliki kesalahan kepada manusia, segera meminta maaf.

Dan yang paling penting, jaga tauhid dan keimanan hingga akhir hayat.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (Ali ‘Imran: 102)

Ayat ini menjadi pengingat agar seorang mukmin senantiasa menjaga keislamannya sampai akhir kehidupan.

Kita tidak tahu kapan kematian akan datang.

Tidak tahu bagaimana keadaan kita ketika nyawa berada di tenggorokan.

Tidak tahu apakah saat itu hati kita tetap teguh atau justru tergelincir.

Karena itu, jangan menunda taubat.

Jangan menunda amal saleh.

Jangan merasa masih memiliki banyak waktu.

BACA JUGA: 

banner

Setan Selalu Menakut-nakuti dengan Kemiskinan, Agar Kita Enggan Bersedekah

Kematian bisa datang ketika kita sedang sehat, ketika sedang bekerja, ketika sedang tidur, atau ketika sedang melakukan sesuatu yang tidak pernah kita sangka menjadi akhir kehidupan kita.

Maka, mintalah kepada Allah agar diberikan husnul khatimah.

Perbanyaklah zikir.

Perbanyaklah istighfar.

Jaga shalat.

Jaga tauhid.

Jauhi maksiat.

Dan teruslah memohon agar Allah meneguhkan hati kita.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِخَيْرٍ

“Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu dan tutuplah kehidupan kami dengan kebaikan.”

Sebab, perjuangan seorang mukmin bukan hanya bagaimana ia menjalani kehidupan dengan baik.

Perjuangan yang lebih penting adalah bagaimana ia mengakhiri kehidupan dalam keadaan Allah meridhainya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119