Masa muda adalah salah satu nikmat besar yang sering tidak disadari nilainya. Saat tubuh kuat, pikiran masih segar, waktu masih panjang, dan tenaga masih tersedia, seseorang memiliki kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh.
Namun, masa muda tidak akan berlangsung selamanya.
Tubuh yang dahulu kuat akan melemah. Rambut yang dahulu hitam akan memutih. Penglihatan yang dahulu tajam dapat berkurang. Langkah yang dahulu ringan menjadi berat. Waktu yang dahulu terasa panjang ternyata berlalu begitu cepat.
Al-Qurthubi rahimahullah berkata:
إِنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا عُمِّرَ فِي الدُّنْيَا وَهَرِمَ لَفِي نَقْصٍ وَضَعْفٍ وَتَرَاجُعٍ، إِلَّا الْمُؤْمِنِينَ، فَإِنَّهُمْ تُكْتَبُ لَهُمْ أُجُورُهُمْ الَّتِي كَانُوا يَعْمَلُونَهَا فِي حَالِ شَبَابِهِمْ
“Sesungguhnya manusia apabila diberi umur panjang dan menjadi tua renta, sungguh ia berada dalam keadaan berkurang, lemah, dan mengalami kemunduran. Kecuali orang-orang yang beriman, karena bagi mereka tetap dicatat pahala amal yang dahulu mereka kerjakan ketika masih muda.” (Al-Jami‘ li Ahkam Al-Qur’an, 20/180)
BACA JUGA: Saudaraku, Carilah Ilmu Agama, Jalan Mudah Masuk Surga
Inilah salah satu kabar yang menggembirakan bagi seorang mukmin.
Masa muda bukan sekadar masa untuk mengejar kesenangan dunia. Ia adalah kesempatan untuk menanam sebanyak mungkin amal yang kelak akan dipanen ketika usia telah senja.
Gunakan kekuatan sebelum datang kelemahan.
Gunakan waktu sebelum datang kesibukan.
Gunakan kesehatan sebelum datang sakit.
Gunakan masa muda sebelum datang masa tua.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)
Betapa banyak orang yang ketika muda berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan rajin beribadah.”
Padahal, siapa yang menjamin akan sampai pada usia tua?
Ada yang hari ini masih muda, tetapi esok sudah dipanggil Allah.
Ada yang tubuhnya masih kuat, tetapi tiba-tiba sakit sehingga tidak lagi mampu melakukan banyak amal.
Karena itu, jangan menunda kebaikan.
Jika mampu membaca Al-Qur’an hari ini, bacalah.
Jika mampu menghadiri majelis ilmu, hadirilah.
Jika mampu bersedekah, bersedekahlah.
Jika mampu berbakti kepada orang tua, lakukanlah.
Jika mampu melakukan shalat malam, bangunlah.
BACA JUGA: Permintaan Orang yang Sudah Meninggal: Andai Aku Diberikan Waktu untuk Kembali
Jika mampu berdakwah dan membantu sesama, lakukanlah dengan ikhlas.
Kelak ketika usia telah lanjut dan tubuh tidak lagi sekuat dahulu, seorang mukmin akan memetik buah dari amal yang pernah ia tanam.
Masa muda adalah waktu menanam.
Masa tua adalah waktu memetik.
Maka, jangan biarkan masa muda berlalu tanpa bekal akhirat.
Sungguh-sungguhlah hari ini dalam ketaatan. Bisa jadi, ketika tubuh telah lemah dan langkah telah berat, pahala dari amal masa muda masih terus mengalir dalam catatan kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

