Home IbadahKeutamaan Shalat Dhuha 4 Rakaat

Keutamaan Shalat Dhuha 4 Rakaat

Hendaknya seorang muslim tidak hanya mengerjakannya ketika memiliki waktu luang, tetapi berusaha menjadikannya sebagai amalan rutin setiap hari.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Shalat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang waktu Zhuhur. Rasulullah Muhammad ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga shalat ini karena di dalamnya terdapat pahala yang besar, keberkahan rezeki, serta bentuk syukur kepada Allah atas nikmat anggota tubuh yang diberikan setiap hari.

Salah satu jumlah rakaat yang sering dikerjakan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ adalah empat rakaat. Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ

“Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat, dan beliau menambahnya sesuai kehendak Allah.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:  Batas Awal dan Akhir Waktu Dhuha

Hadits ini menunjukkan bahwa mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat merupakan amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ. Bahkan, jika seseorang ingin menambahnya menjadi enam, delapan, atau lebih, maka hal itu juga diperbolehkan sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut.

Keutamaan shalat Dhuha tidak hanya terletak pada jumlah rakaatnya, tetapi juga pada pahala yang Allah janjikan bagi orang yang menjaganya. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ… وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada setiap persendian salah seorang di antara kalian terdapat kewajiban sedekah setiap pagi… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat Dhuha.”
(HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha merupakan bentuk syukur kepada Allah atas seluruh persendian dan nikmat kesehatan yang diberikan kepada manusia. Jika dua rakaat saja sudah mencukupi sebagai sedekah bagi seluruh persendian, maka empat rakaat tentu menjadi amalan yang lebih sempurna dan menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah.

BACA JUGA: Shalat Dhuha-mu

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa orang yang rutin menjaga shalat Dhuha termasuk orang yang gemar kembali kepada Allah (awwab). Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ

“Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang banyak kembali kepada Allah.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Karena itu, membiasakan shalat Dhuha empat rakaat merupakan kebiasaan yang sangat baik. Selain mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad ﷺ, ibadah ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memohon kemudahan urusan, keberkahan rezeki, dan ketenangan hati.

Hendaknya seorang muslim tidak hanya mengerjakannya ketika memiliki waktu luang, tetapi berusaha menjadikannya sebagai amalan rutin setiap hari. Dengan istiqamah melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat, seorang hamba berharap mendapatkan kecintaan Allah, pahala yang berlimpah, serta termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mengingat dan kembali kepada-Nya. []

banner

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119