Home KajianMengapa Nabi Nuh Disebut Hamba yang Banyak Bersyukur?

Mengapa Nabi Nuh Disebut Hamba yang Banyak Bersyukur?

Biasakan lisan mengucapkan Alhamdulillah ketika mengenakan pakaian, menikmati makanan, memperoleh rezeki, atau merasakan berbagai nikmat lainnya.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pujian yang sangat istimewa kepada Nabi Nuh alaihissalam. Pujian tersebut bukan hanya menunjukkan kedudukan beliau sebagai seorang rasul, tetapi juga menggambarkan akhlaknya yang begitu mulia. Allah berfirman:

إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

“Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al-Isra’: 3)

Kalimat yang singkat ini menyimpan pelajaran besar bagi setiap Muslim. Menjadi hamba yang bersyukur ternyata bukan hanya diwujudkan dengan ucapan saat memperoleh nikmat yang besar, tetapi juga dengan kebiasaan mengingat Allah dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Salah satu penjelasan yang menarik datang dari sahabat Nabi, Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu. Beliau menjelaskan sebab mengapa Nabi Nuh mendapat gelar sebagai hamba yang banyak bersyukur. Dalam Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari disebutkan bahwa Salman berkata:

BACA JUGA: Siapa Anak Nabi Nuh yang Tak Mau Ikut Naik ke Bahtera?

“Hanya saja Nabi Nuh alaihissalam disebut sebagai hamba yang banyak bersyukur, karena ketika memakai pakaian beliau memuji Allah, dan ketika menyantap makanan beliau memuji Allah.”

Keterangan ini menunjukkan bahwa rasa syukur Nabi Nuh bukanlah sesuatu yang sesekali dilakukan, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupannya. Aktivitas yang tampak sederhana seperti mengenakan pakaian dan makan ternyata menjadi ladang ibadah karena selalu diiringi dengan pujian kepada Allah.

Pelajaran ini sangat relevan bagi kehidupan kita saat ini. Betapa sering seseorang mengeluhkan kekurangan, padahal setiap hari ia mengenakan pakaian yang layak, menikmati makanan yang cukup, serta masih diberi kesehatan dan kesempatan beribadah. Nikmat-nikmat tersebut sering kali dianggap biasa sehingga terlupakan untuk disyukuri.

Padahal Rasulullah ﷺ juga mengajarkan berbagai doa ketika mengenakan pakaian maupun setelah selesai makan. Hal itu menunjukkan bahwa Islam membimbing umatnya agar tidak memisahkan aktivitas dunia dengan ibadah. Setiap nikmat, sekecil apa pun, layak diiringi dengan pujian kepada Sang Pemberi Nikmat.

BACA JUGA:  Nabi Nuh: Dunia Ini Seperti Rumah Berpintu 2

Syukur bukan hanya mendatangkan ketenangan hati, tetapi juga menjadi sebab bertambahnya nikmat. Allah telah berjanji:

“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” (QS. Ibrahim: 7)

Karena itu, marilah kita meneladani Nabi Nuh alaihissalam. Biasakan lisan mengucapkan Alhamdulillah ketika mengenakan pakaian, menikmati makanan, memperoleh rezeki, atau merasakan berbagai nikmat lainnya. Mungkin amalan itu terlihat ringan, tetapi di sisi Allah nilainya sangat besar. Bisa jadi, kebiasaan sederhana itulah yang mengantarkan seseorang menjadi hamba yang dikenal di langit sebagai hamba yang banyak bersyukur, sebagaimana Nabi Nuh alaihissalam. []

Sumber: Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari, jilid 17, hlm. 354.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119