Home SirahPutra-putri Rasulullah

Putra-putri Rasulullah

Semua putra beliau meninggal saat masih kecil. Namun, Rasulullah ﷺ tetap bersabar, ridha terhadap ketentuan Allah, dan tidak pernah berputus asa.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga seorang ayah yang penuh kasih sayang. Kehidupan beliau bersama anak-anaknya menyimpan banyak pelajaran tentang cinta, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian. Tidak sedikit kaum Muslimin yang belum mengetahui berapa jumlah putra-putri Rasulullah ﷺ dan bagaimana kisah singkat mereka.

Mayoritas ulama sepakat bahwa Rasulullah ﷺ memiliki tujuh orang anak, yaitu tiga putra dan empat putri. Seluruh anak beliau berasal dari istri beliau, Khadijah binti Khuwailid, kecuali satu putra, yaitu Ibrahim bin Muhammad, yang lahir dari Maria al-Qibtiyya.

1. Al-Qasim

Putra pertama Rasulullah ﷺ bernama Al-Qasim. Dari nama inilah Rasulullah ﷺ mendapat kunyah atau panggilan Abul Qasim (ayah Al-Qasim). Al-Qasim meninggal ketika masih kecil, sebelum mencapai usia baligh. Meskipun demikian, namanya tetap dikenang karena menjadi asal kunyah Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA:  Kambing Sembelihan Rasulullah

2. Zainab

Putri sulung Rasulullah ﷺ adalah Zainab binti Muhammad. Ia menikah dengan Abu al-Ash bin Rabi’. Kisah rumah tangga mereka menjadi salah satu bukti indahnya kesetiaan dan kesabaran. Abu al-Ash baru masuk Islam beberapa tahun setelah hijrah, kemudian Rasulullah ﷺ mengembalikan Zainab kepadanya tanpa akad nikah baru menurut pendapat yang kuat.

3. Ruqayyah

Putri kedua adalah Ruqayyah binti Muhammad. Ia menikah dengan Utsman bin Affan. Ketika kaum Muslimin berangkat menuju Perang Badar, Ruqayyah sedang sakit sehingga Utsman diperintahkan Rasulullah ﷺ untuk tetap tinggal merawat istrinya. Ruqayyah wafat pada tahun terjadinya Perang Badar.

4. Ummu Kultsum

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah ﷺ menikahkan Ummu Kultsum binti Muhammad dengan Utsman bin Affan. Karena menikahi dua putri Nabi, Utsman mendapat gelar Dzun Nurain, yang berarti “pemilik dua cahaya”. Ummu Kultsum juga wafat semasa Rasulullah ﷺ masih hidup.

5. Fatimah Az-Zahra

Putri bungsu Rasulullah ﷺ adalah Fatimah binti Muhammad, sosok yang sangat dicintai beliau. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Fatimah adalah bagian dariku. Siapa yang membuatnya marah, sungguh ia telah membuatku marah.” (HR. Sahih al-Bukhari)

Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dan dikaruniai beberapa anak, di antaranya Hasan bin Ali dan Husain bin Ali. Fatimah menjadi satu-satunya putri Rasulullah ﷺ yang masih hidup ketika beliau wafat. Enam bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, Fatimah pun menyusul ayahandanya.

6. Abdullah

Putra Rasulullah ﷺ berikutnya bernama Abdullah bin Muhammad. Sebagian riwayat menyebut beliau juga dijuluki Ath-Thayyib atau Ath-Thahir. Namun banyak ulama menjelaskan bahwa Ath-Thayyib dan Ath-Thahir bukanlah nama anak yang berbeda, melainkan julukan bagi Abdullah. Abdullah juga wafat ketika masih kecil.

7. Ibrahim

Putra terakhir Rasulullah ﷺ adalah Ibrahim, yang lahir di Madinah dari Maria al-Qibtiyya. Rasulullah ﷺ sangat menyayangi Ibrahim. Namun Allah mengujinya dengan wafatnya Ibrahim ketika masih berusia sekitar enam belas hingga delapan belas bulan.

BACA JUGA:  Labu Kesukaan Rasulullah Muhammad ﷺ

Saat Ibrahim wafat, Rasulullah ﷺ meneteskan air mata. Ketika melihat hal itu, para sahabat bertanya-tanya. Beliau pun bersabda:

“Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih, tetapi kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai Rabb kami.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadis ini menjadi pelajaran bahwa menangis karena kehilangan orang yang dicintai adalah sesuatu yang manusiawi, selama tidak disertai ratapan yang dilarang syariat.

Hikmah yang Bisa Dipetik

Kehidupan keluarga Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa seorang nabi pun tidak lepas dari ujian. Hampir seluruh putra-putri beliau wafat ketika beliau masih hidup. Bahkan semua putra beliau meninggal saat masih kecil. Namun, Rasulullah ﷺ tetap bersabar, ridha terhadap ketentuan Allah, dan tidak pernah berputus asa.

Dari keluarga Rasulullah ﷺ, kita belajar bahwa kemuliaan seseorang bukan terletak pada panjangnya usia, banyaknya keturunan, atau kedudukan dunia, melainkan pada keimanan, ketakwaan, dan kesabaran dalam menjalani setiap takdir yang Allah tetapkan. Semoga kisah putra-putri Rasulullah ﷺ semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada beliau dan mendorong kita untuk meneladani akhlak mulia keluarga Nabi. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119