Home IbadahMenjilat Jemari Sehabis Makan: Sunnah yang Sering Terlupakan

Menjilat Jemari Sehabis Makan: Sunnah yang Sering Terlupakan

Janganlah merasa malu menghidupkan sunnah ini meskipun sudah jarang dilakukan oleh kebanyakan orang.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا، فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ، حَتَّى يَلْعَقَهَا، أَوْ يُلْعِقَهَا

“Jika salah seorang di antara kalian makan, maka janganlah ia membersihkan tangannya sebelum ia menjilatnya atau memberikannya kepada orang lain untuk menjilatnya.”  (HR. Al-Bukhari no. 5456 dan Muslim no. 2031)

Sunnah menjilat sisa makanan di jemari ini juga dipraktikkan langsung oleh Rasulullah Muhammad ﷺ.

Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ، وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا

“Rasulullah ﷺ makan dengan tiga jari, lalu beliau menjilat tangan beliau sebelum membersihkannya.” (HR. Muslim no. 2032)

BACA JUGA: Makan bersama Wanita Haid

Saudaraku, Islam mengajarkan adab hingga perkara-perkara yang tampak sederhana, termasuk bagaimana seseorang mengakhiri makannya. Di antara sunnah yang sering dilupakan adalah menjilat jemari sebelum mencucinya atau mengelapnya. Mungkin sebagian orang menganggapnya sebagai kebiasaan yang tidak penting, bahkan ada yang merasa malu melakukannya. Padahal, di balik sunnah ini terdapat teladan langsung dari Rasulullah Muhammad ﷺ.

Menjilat jemari bukanlah perbuatan yang bertentangan dengan kebersihan. Yang dimaksud adalah ketika seseorang selesai makan dengan tangannya sendiri, ia tidak tergesa-gesa mengusap atau mencuci tangannya sebelum membersihkan sisa makanan yang masih menempel pada jemarinya. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nikmat Allah dan menjauhkan diri dari sikap menyia-nyiakan rezeki.

Dalam riwayat-riwayat lain disebutkan bahwa seseorang tidak mengetahui pada bagian makanan manakah keberkahan itu berada. Oleh karena itu, Rasulullah Muhammad ﷺ mengajarkan agar sisa makanan yang masih menempel pada jemari tidak dibuang begitu saja. Bisa jadi, justru pada bagian yang tampak sedikit itulah Allah meletakkan keberkahan yang tidak kita ketahui.

Saudaraku, sunnah ini juga mendidik hati agar tidak berlebihan dalam kehidupan. Di zaman ketika makanan sering terbuang sia-sia, ajaran Rasulullah ﷺ mengingatkan kita untuk menghargai setiap butir rezeki yang Allah berikan. Seorang mukmin tidak memandang remeh nikmat sekecil apa pun, karena ia menyadari bahwa semua itu berasal dari karunia Rabb semesta alam.

BACA JUGA: Memberi Makan Hewan Peliharaan Itu Berpahala

Selain itu, sunnah ini menunjukkan kesempurnaan syariat Islam. Tidak hanya mengatur ibadah-ibadah besar seperti shalat dan puasa, tetapi juga membimbing adab makan dengan begitu rinci. Semua itu bertujuan agar kehidupan seorang muslim dipenuhi dengan zikir, syukur, dan keteladanan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ.

Maka, janganlah merasa malu menghidupkan sunnah ini meskipun sudah jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Justru di saat banyak sunnah mulai ditinggalkan, orang yang menghidupkannya akan memperoleh keutamaan yang besar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai sunnah Rasulullah Muhammad ﷺ, mengamalkannya dalam perkara yang besar maupun yang kecil, serta memperoleh keberkahan dari setiap nikmat yang Dia anugerahkan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119