Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:
(أنا لا أحمل همَّ الإجابة ولكن أحمل همَّ الدعاء، فإذا ألهمت الدعاء فإن معه الإجابة)
“Aku tidaklah memikul urusan dikabulkannya doa, akan tetapi aku memikul keinginan untuk berdoa. Jika aku diilhamkan untuk berdoa maka pengabulan akan menyertainya.”
Betapa dalam hikmah yang terkandung dalam perkataan Amirul Mukminin, ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu ini. Beliau mengajarkan bahwa seorang hamba tidak seharusnya terlalu sibuk memikirkan kapan doanya akan dikabulkan. Yang semestinya menjadi perhatian adalah, apakah dirinya telah bersungguh-sungguh mengetuk pintu langit dengan doa yang penuh harap dan penuh keyakinan.
BACA JUGA: Banyak Problem Hidup? Coba Baca Doa Ini
Saudaraku, sering kali kita merasa kecewa karena doa yang kita panjatkan belum juga menjadi kenyataan. Kita mulai bertanya-tanya, “Mengapa Allah belum mengabulkan doaku?” Padahal, pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah aku sudah benar-benar banyak berdoa? Apakah aku telah memperbaiki keikhlasanku? Apakah aku telah menjauhi dosa yang menjadi penghalang terkabulnya doa?”
Sesungguhnya, kemampuan untuk berdoa adalah nikmat yang sangat besar. Tidak semua hati terdorong untuk mengangkat kedua tangan kepada Allah. Ada orang yang semakin jauh dari Rabbnya ketika ditimpa musibah. Sebaliknya, ada pula yang justru semakin dekat, semakin khusyuk, dan semakin sering memohon kepada-Nya. Inilah taufik yang sangat berharga.
Perkataan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu memberikan harapan bahwa ketika Allah mengilhamkan seorang hamba untuk berdoa, itu merupakan salah satu tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. Sebab Allah-lah yang membuka hati seorang hamba untuk memohon. Dia pula yang mencintai suara hamba-Nya yang terus merendahkan diri di hadapan-Nya.
BACA JUGA: Doa Memohon Keteguhan Hati
Saudaraku, jangan pernah bosan berdoa hanya karena belum melihat hasilnya. Allah Maha Bijaksana dalam menentukan waktu terbaik untuk mengabulkan setiap permintaan. Terkadang Allah menyegerakan pemberian-Nya. Terkadang Dia menundanya agar menjadi lebih baik. Terkadang Allah mengganti permintaan itu dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Bahkan, ada kalanya Allah menyimpannya sebagai pahala yang jauh lebih besar di akhirat.
Karena itu, jangan jadikan lambatnya jawaban sebagai alasan untuk berhenti berdoa. Teruslah mengetuk pintu rahmat Allah siang dan malam. Perbanyak istighfar, perbaiki amal, dan hadirkan hati ketika bermunajat.
Sungguh, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika doa dikabulkan, tetapi ketika Allah menjadikan kita hamba yang senantiasa bergantung kepada-Nya. Sebab selama seorang hamba masih berdoa dengan penuh harap, ia sedang berada di jalan penghambaan yang dicintai Allah. Dan ketika Allah telah mengilhamkan doa ke dalam hati seorang hamba, itu sendiri merupakan karunia yang patut disyukuri, karena bersama doa itulah harapan akan pengabulan senantiasa menyertainya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

