Saudaraku, ernahkah tiba-tiba terlintas dalam pikiran sesuatu yang buruk, bahkan menyangkut agama dan keimanan, lalu hati merasa takut, gelisah, dan sangat bersalah? Banyak orang mengira bahwa kemunculan pikiran-pikiran seperti itu adalah tanda rusaknya iman. Padahal, dalam beberapa keadaan, justru sebaliknya.
Suatu hari, beberapa sahabat datang menemui Rasulullah ﷺ. Mereka mengadukan sesuatu yang membuat mereka sangat resah. Mereka berkata bahwa ada pikiran-pikiran yang terlintas dalam hati mereka yang begitu buruk hingga mereka merasa tidak sanggup mengucapkannya.
BACA JUGA: Mencintai Saudara Seiman Seperti Mencintai Diri Sendiri
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Datang beberapa orang dari sahabat Nabi lalu mereka bertanya: ‘Sesungguhnya kami merasakan bahwa terbesit dalam diri kami beberapa pikiran yang kami merasa bahwa itu sangat fatal untuk diucapkan.’ Nabi bertanya: ‘Benar kalian mendapati itu?’ Mereka menjawab: ‘Iya.’ Nabi berkata: ‘Itu bukti adanya iman kalian.'” (HR. Muslim no. 132).
Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat menenangkan. Mengapa Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai tanda iman?
Karena orang yang masih memiliki iman akan merasa terganggu ketika muncul pikiran yang menyimpang. Ia tidak nyaman, tidak ridha, bahkan membencinya. Hatinya menolak pikiran tersebut. Adapun jika seseorang benar-benar menyukai dan menerima pikiran sesat itu, lalu meyakininya tanpa penolakan, maka itulah yang berbahaya.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa maksud hadis ini adalah rasa takut dan kebencian terhadap bisikan-bisikan tersebut merupakan bukti kuatnya iman. Sebab, setan biasanya berusaha mengganggu orang-orang yang beriman dengan berbagai waswas dan keraguan.
Karena itu, ketika muncul lintasan buruk dalam hati, jangan langsung berputus asa. Selama kita membencinya, tidak mengucapkannya, dan tidak mengamalkannya, maka kita tidak berdosa karenanya.
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa Allah memaafkan apa yang terlintas dalam hati umat ini selama belum diucapkan atau dilakukan (HR. Bukhari dan Muslim).
BACA JUGA: Di Antara Sifat Orang yang Mencapai Puncak Iman
Saudaraku, setan sering berusaha membuat seorang mukmin merasa putus asa dengan membisikkan berbagai keraguan. Namun jangan tertipu. Segeralah berlindung kepada Allah, perbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan sibukkan diri dengan amal saleh.
Jika hati masih merasa sedih dan takut karena adanya pikiran-pikiran buruk itu, maka ada kabar baik: rasa penyesalan dan penolakan tersebut merupakan salah satu tanda bahwa iman masih hidup di dalam dada. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai bisikan itu diterima, diyakini, atau diikuti. Tetaplah berlindung kepada Allah dan mohon keteguhan hati hingga akhir hayat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

