Di antara sunnah yang sering diperbincangkan dalam tata cara shalat adalah isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahud. Sebagian kaum muslimin mengangkat telunjuk ketika mengucapkan kalimat “Asyhadu an laa ilaaha illallah”, sementara sebagian yang lain mengangkatnya sejak awal tasyahud. Lalu, manakah yang lebih kuat berdasarkan dalil?
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Namun pendapat yang lebih kuat, insya Allah, adalah bahwa isyarat dengan jari telunjuk dimulai sejak awal tasyahud ketika seseorang telah duduk untuk membaca tahiyat.
Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَعَدَ فِي التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُمْنَى، وَعَقَدَ ثَلَاثًا وَخَمْسِينَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ
“Sesungguhnya Nabi ﷺ apabila duduk untuk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan meletakkan tangan kanannya di atas lutut kanannya, lalu beliau membentuk angka lima puluh tiga dan berisyarat dengan jari telunjuknya.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: Yang Shalat pada Malam Hari ketika Manusia Lain Tidur
Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ dikabarkan berisyarat dengan telunjuknya ketika beliau duduk tasyahud. Tidak ada keterangan yang membatasi bahwa isyarat tersebut baru dimulai ketika mengucapkan kalimat syahadat.
Sebagian ulama memang berpendapat bahwa telunjuk mulai diangkat ketika mengucapkan “Asyhadu an laa ilaaha illallah”. Mereka berdalil dengan hadits yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ berdoa dengan isyarat tersebut.
Namun pendalilan ini dinilai kurang kuat. Sebab kata doa dalam syariat tidak hanya bermakna doa permohonan, tetapi juga mencakup doa ibadah. Sedangkan seluruh bacaan tasyahud termasuk bentuk ibadah dan doa kepada Allah. Oleh karena itu, tidak ada dalil tegas yang menunjukkan bahwa isyarat baru dimulai saat mengucapkan kalimat syahadat.
Bagaimana Posisi Duduk Tasyahud?
Dalam tasyahud awal, sunnahnya adalah duduk iftirasy, yaitu:
Kaki kiri dibentangkan dan diduduki.
Kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap kiblat.
Adapun pada tasyahud akhir dalam shalat yang memiliki dua tasyahud, sunnahnya adalah duduk tawarruk, yaitu:
Kaki kiri dikeluarkan ke bawah betis kanan.
Pantat bertumpu di lantai.
Kaki kanan tetap ditegakkan menghadap kiblat.
Hal ini berdasarkan banyak hadits shahih yang menjelaskan tata cara shalat Rasulullah ﷺ.
Bagaimana Posisi Tangan Saat Tasyahud?
Tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri dalam keadaan terbuka.
Sedangkan tangan kanan diletakkan di atas lutut kanan dengan menggenggam jari-jari dan mengisyaratkan telunjuk ke arah kiblat sebagai lambang tauhid dan pengagungan kepada Allah Ta’ala.
Ke Mana Arah Pandangan Mata?
Di antara sunnah yang sering terlupakan adalah mengarahkan pandangan mata kepada jari telunjuk yang sedang berisyarat.
Dari Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma:
وَكَانَ لَا يُجَاوِزُ بَصَرُهُ إِشَارَتَهُ
“Pandangan mata beliau tidak melewati jari yang beliau gunakan untuk berisyarat.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan bahwa ketika tasyahud, Rasulullah ﷺ memusatkan pandangannya kepada jari telunjuk yang sedang berisyarat, bukan melihat ke kanan, ke kiri, atau memejamkan mata.
BACA JUGA: Tata Cara Shalat Taubat Sesuai Sunnah
Hikmah Isyarat dengan Telunjuk
Para ulama menjelaskan bahwa isyarat telunjuk ketika tasyahud merupakan simbol tauhid, yaitu penegasan bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi.
Karena itu, sebagian ulama salaf menyebutkan bahwa isyarat telunjuk lebih berat bagi setan daripada pukulan besi, karena di dalamnya terdapat pengagungan terhadap tauhid dan penolakan terhadap kesyirikan.
Kesimpulannya, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa isyarat dengan jari telunjuk dimulai sejak awal tasyahud ketika seseorang telah duduk membaca tahiyat. Adapun posisi duduk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, yaitu iftirasy pada tasyahud awal dan tawarruk pada tasyahud akhir. Sementara pandangan mata diarahkan kepada jari telunjuk yang sedang berisyarat.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk semakin menyempurnakan shalat sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad ﷺ. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

