Rumah seorang muslim bukan hanya tempat beristirahat setelah lelah beraktivitas. Rumah adalah madrasah pertama bagi keluarga, tempat lahirnya keteladanan, dan ruang yang dipenuhi dengan ibadah. Karena itulah, Rasulullah ﷺ menganjurkan agar sebagian shalat sunnah dikerjakan di rumah, bukan seluruhnya di masjid.
Imam Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله menjelaskan sebuah hikmah yang sangat indah. Beliau berkata:
“إن من الحكمة أن الإنسان يصلي النافلة في بيته حتى يراه الصبيان فيتعلمون منه، وحتى يقتدي به النّـساء، وحتى لا يكون البيت مقبرة لا يصلي فيه.”
“Di antara hikmah seseorang shalat sunnah di rumahnya adalah agar anak-anak kecil melihat dan belajar darinya, agar wanita dapat meneladani, dan agar rumah itu tidak seperti kuburan yang tidak ada shalat di dalamnya.” (Syarh Bulūgh al-Marām, 3/46)
BACA JUGA: 2 Rakaat Shalat Sunnah Taubat
Perhatikanlah hikmah pertama yang disebutkan beliau, yaitu agar anak-anak melihat orang tuanya shalat. Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi lebih banyak dari apa yang mereka saksikan setiap hari. Ketika seorang ayah atau ibu mengerjakan shalat sunnah sebelum Subuh, shalat Dhuha, atau shalat malam di rumah, pemandangan itu akan tertanam dalam hati anak-anak. Lambat laun mereka akan memahami bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Hikmah berikutnya adalah agar para wanita di rumah dapat meneladani ibadah tersebut. Tidak semua anggota keluarga memiliki kesempatan menyaksikan shalat sunnah di masjid. Namun ketika ibadah itu dilakukan di rumah, istri, anak perempuan, dan seluruh penghuni rumah dapat mengambil pelajaran dan terdorong untuk mengamalkannya.
Kemudian, Imam Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله mengingatkan agar rumah tidak menjadi seperti kuburan. Maksudnya bukan bentuk bangunannya, melainkan suasananya. Kuburan bukan tempat untuk mendirikan shalat. Karena itu, rumah yang sama sekali tidak pernah dipakai untuk shalat sunnah dikhawatirkan kehilangan cahaya ibadah dan keberkahannya.
BACA JUGA: Berpindah Tempat setelah Shalat Fardhu untuk Menjalankan Shalat Sunnah
Rasulullah ﷺ sendiri telah memberikan tuntunan agar kaum muslimin tidak menjadikan rumah mereka kosong dari ibadah. Rumah yang dipenuhi bacaan Al-Qur’an, dzikir, doa, dan shalat sunnah akan menjadi tempat yang menenangkan hati, mendatangkan rahmat Allah, serta menjauhkan gangguan setan.
Maka, janganlah seluruh shalat sunnah kita hanya dikerjakan di masjid. Sisakan sebagian untuk rumah kita. Biarkan anak-anak melihat kita bersujud. Biarkan keluarga menyaksikan kita bermunajat kepada Allah. Semoga rumah yang kita tempati tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi taman ibadah yang dipenuhi keberkahan hingga mengantarkan seluruh penghuninya menuju surga. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

