Islam mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk. Bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan dan makhluk lainnya. Karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk menjaga lisannya dari ucapan yang buruk, termasuk melaknat atau mengutuk hewan yang tidak bersalah.
Sering kali ketika seseorang merasa kesal karena hewan peliharaannya tidak patuh atau hewan tunggangannya menyulitkan perjalanan, ia spontan mengucapkan kata-kata kutukan. Padahal, Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan keras terhadap perbuatan tersebut.
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:
Saat Rasulullah ﷺ berada dalam salah satu perjalanan, ada seorang wanita dari kaum Anshar yang menaiki untanya. Karena merasa kesal, ia membentak dan melaknat unta tersebut.
BACA JUGA: Hewan Ternak Mendengar Jeritan Penghuni Kubur yang Diazab
Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ambillah barang-barang yang ada di atas unta itu dan biarkan ia, karena sesungguhnya unta itu telah terkena kutukan.”
Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Seakan-akan aku masih melihat unta itu berjalan di tengah-tengah manusia, sementara tidak ada seorang pun yang mendekatinya.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga kehormatan makhluk Allah. Unta tersebut tidak memiliki kesalahan yang membuatnya pantas dilaknat. Kesalahan justru berasal dari manusia yang tidak mampu mengendalikan emosinya.
Al-Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa perintah Rasulullah ﷺ untuk meninggalkan unta tersebut bukan karena unta itu benar-benar berubah menjadi hewan yang terkutuk. Beliau melakukan hal itu sebagai bentuk pendidikan dan sanksi bagi wanita tersebut agar ia jera dari kebiasaan melaknat.
Beliau berkata:
“Sesungguhnya beliau ﷺ mengatakan hal itu sebagai bentakan untuk wanita tersebut dan orang-orang selainnya. Sebab sebelumnya mereka telah dilarang melaknat. Maka wanita itu diberi sanksi dengan melepaskan untanya, yaitu tidak diperbolehkan lagi membawanya dalam perjalanan.”
(Syarh Shahih Muslim, 16/363)
BACA JUGA: Beberapa Larangan di Saat Ziarah Kubur
Hadits ini mengandung pelajaran penting bahwa seorang muslim harus menjaga lisannya dalam keadaan marah sekalipun. Jangan sampai emosi membuatnya mengucapkan doa keburukan kepada makhluk yang tidak layak menerimanya.
Larangan ini tidak hanya berlaku pada hewan. Islam juga melarang melaknat angin, waktu, kendaraan, makanan, benda mati, atau keadaan tertentu. Semua itu adalah ciptaan Allah yang berjalan sesuai kehendak-Nya.
Lisan seorang mukmin seharusnya dipenuhi dengan doa, dzikir, dan ucapan yang baik. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang mukmin bukanlah orang yang gemar mencela, melaknat, berkata keji, atau berkata kotor.
Karena itu, ketika menghadapi hewan yang membangkang atau benda yang mengalami kerusakan, hendaknya kita bersabar dan memperbaiki keadaan, bukan melampiaskan kemarahan dengan kutukan. Seorang muslim yang menjaga lisannya akan lebih dekat kepada akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan memperoleh keberkahan dalam setiap ucapannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

