Home KajianJalan yang Dipilih Menentukan Penolong

Jalan yang Dipilih Menentukan Penolong

Ingatlah, jalan yang kita pilih hari ini akan menentukan siapa yang menjadi penolong kita esok hari.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Setiap manusia sedang menempuh sebuah jalan. Ada yang memilih jalan ketaatan, meskipun harus melawan hawa nafsu dan berbagai godaan. Ada pula yang memilih jalan kemaksiatan, mengikuti keinginan dirinya tanpa memperhatikan batasan-batasan yang Allah tetapkan. Menariknya, jalan yang dipilih seseorang akan menentukan siapa yang menjadi penolongnya dalam kehidupan.

Orang yang membiasakan dirinya dalam ketaatan akan mendapatkan pertolongan Allah. Sebaliknya, orang yang terus-menerus tenggelam dalam maksiat akan semakin mudah diseret menuju keburukan. Inilah salah satu sunnatullah yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah.

Beliau berkata:

ولا يزال العبد يعاني الطاعة ويألفها ويحبها ويؤثرها حتى يرسل الله سبحانه وتعالى برحمته عليه الملائكة تؤزه إليها أزا، وتحرضه عليها، وتزعجه عن فراشه ومجلسه إليها

“Seorang hamba senantiasa berjuang dalam ketaatan, membiasakannya, mencintainya, dan lebih mengutamakannya, hingga Allah ﷻ dengan rahmat-Nya mengirimkan kepadanya para malaikat yang mendorongnya dengan kuat menuju ketaatan, membangkitkan semangatnya, dan bahkan ‘mengusiknya’ dari tempat tidur serta tempat duduknya agar bersegera menuju ketaatan.”

BACA JUGA:  Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Perhatikanlah bagaimana seseorang yang istiqamah dalam kebaikan sering kali merasa dimudahkan untuk melakukan amal saleh. Hatinya terdorong untuk menghadiri majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, bersedekah, dan melakukan berbagai kebaikan lainnya. Semua itu merupakan bagian dari pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang memilih jalan ketaatan.

Kemudian Ibnul Qayyim melanjutkan:

ولا يزال يألف المعاصي ويحبها ويؤثرها، حتى يرسل الله إليه الشياطين، فتؤزه إليها أزا

“Sedangkan seorang yang terus membiasakan maksiat, mencintainya, serta lebih mengutamakannya, hingga Allah mengirimkan kepadanya para setan yang mendorongnya dengan kuat menuju maksiat.”

Inilah bahaya besar dari dosa yang terus-menerus dilakukan. Pada awalnya seseorang mungkin melakukan maksiat karena tergelincir. Namun ketika ia mulai mencintainya, membiasakannya, dan lebih mengutamakannya daripada ketaatan, maka setan akan semakin mudah menguasai dirinya. Akibatnya, ia merasa berat melakukan kebaikan tetapi ringan melakukan keburukan.

Ibnul Qayyim kemudian menyimpulkan:

فالأول قوي جند الطاعة بالمدد، فكانوا من أكبر أعوانه، وهذا قوي جند المعصية بالمدد فكانوا أعوانا عليه

“Yang pertama, diperkuat oleh pasukan ketaatan dengan berbagai bantuan sehingga mereka menjadi penolong terbesar baginya. Sedangkan yang kedua, diperkuat oleh pasukan maksiat dengan bantuan pula sehingga mereka menjadi penolong atas kebinasaan dirinya.” Ad-Da’u wad Dawa’u, hlm. 56

Perkataan ini mengajarkan bahwa tidak ada kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Kemudahan dalam beribadah biasanya lahir dari kebiasaan beribadah. Sebaliknya, sulitnya meninggalkan dosa sering kali berawal dari dosa yang terus dipelihara.

Allah Ta’ala berfirman:

banner

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan kepada mereka ketakwaannya.”  (QS. Muhammad: 17)

BACA JUGA:  Maksiat Menghadirkan Kegelapan ke Dalam Hati Pelakunya

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika seorang hamba memilih jalan hidayah, Allah akan menambahkan hidayah kepadanya. Sebaliknya, orang yang berpaling dari kebenaran akan semakin jauh dari petunjuk.

Karena itu, jangan menunggu hati menjadi sempurna untuk mulai taat. Mulailah dari langkah-langkah kecil. Paksa diri untuk menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an setiap hari, memperbanyak dzikir, dan menjauhi dosa-dosa yang selama ini membelenggu hati. Semakin seseorang membiasakan dirinya dalam ketaatan, semakin besar pertolongan Allah yang akan ia rasakan.

Ingatlah, jalan yang kita pilih hari ini akan menentukan siapa yang menjadi penolong kita esok hari. Jika kita memilih jalan ketaatan, Allah akan mengirimkan berbagai sebab yang menguatkan kita menuju kebaikan. Namun jika kita memilih jalan maksiat, setan akan semakin mudah menyeret kita menuju kebinasaan. []

Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119