Home KajianBahaya Kedengkian dan Jalan Keselamatan Darinya

Bahaya Kedengkian dan Jalan Keselamatan Darinya

Banyaklah mengingat kematian. Sebab, tidak ada gunanya mendengki kenikmatan orang lain, sementara dunia ini fana.

by Abu Umar
0 comments 136 views

Seorang ulama salaf pernah berkata, “Kedengkian adalah dosa yang pertama kali dilakukan kepada Allah di langit, yaitu kedengkian iblis terhadap Nabi Adam. Sedangkan dosa manusia yang pertama dilakukan kepada Allah di muka bumi adalah kedengkian anak Adam kepada saudaranya sampai ia membunuhnya.”

Kalimat tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya racun kedengkian. Di langit, kedengkian melahirkan pembangkangan iblis terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Di bumi, kedengkian pula yang mendorong Qabil membunuh saudaranya Habil. Dua peristiwa besar itu menunjukkan bahwa dengki adalah sumber dari berbagai kerusakan.

Ahli hikmah mengatakan, “Orang yang rela dengan ketentuan Allah tidak akan dibenci oleh siapa pun, dan orang yang merasa puas dengan pemberian-Nya tidak akan dirasuki perasaan dengki.” Maka, obat bagi kedengkian adalah keridhaan terhadap takdir Allah. Siapa yang ridha, hatinya lapang, dan siapa yang tamak, dadanya sempit.

BACA JUGA: Kedengkian: Api yang Membakar Kebaikan

Hakikat Dengki

Dengki adalah akhlak tercela yang lahir dari hati yang sakit. Ia bukan sekadar rasa tidak suka, tetapi perasaan yang lebih dalam: ingin nikmat yang ada pada orang lain hilang, dan kalau bisa berpindah kepadanya. Imam al-Ghazali menjelaskan, “Dengki berarti tidak senang hatinya dan tidak kuat matanya melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah.”

Dengki menafikan cinta sesama, memutus tali persaudaraan, bahkan menghancurkan ketenteraman jiwa. Orang yang dengki tidak bisa menikmati nikmatnya sendiri, karena matanya selalu tertuju pada nikmat orang lain. Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Tidak ada orang yang menzalimi saudaranya dengan sesuatu yang lebih besar daripada kedengkian, karena dengki itu lebih dahulu membinasakan dirinya sebelum sampai kepada orang yang didengki.”

Bahaya Kedengkian

Dengki adalah penyakit hati yang berbahaya. Ia tidak hanya merusak hubungan antar manusia, tetapi juga meracuni diri sendiri. Hati orang yang dengki tidak pernah tenang, selalu gelisah melihat kebahagiaan orang lain. Sungguh benar pepatah Arab, “Al-hasad la yanfa’ wa laa yadha’—kedengkian itu tidak memberi manfaat dan tidak melemahkan orang lain.”

Hakikatnya, orang yang didengki tetap berada dalam kenikmatannya, sementara si pendengki sibuk membakar dirinya dengan rasa iri. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada satu nikmat pun yang Allah berikan kepada seorang hamba lalu engkau dengki kepadanya, kecuali engkau telah menolak qadar Allah.”

Jalan Selamat dari Kedengkian

Obat kedengkian ada dua: bersyukur dan berdoa. Bersyukur menjadikan hati kita melihat nikmat yang ada pada diri sendiri, bukan hanya pada orang lain. Dan doa membersihkan hati dari keinginan buruk. Sebagaimana doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ

“Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya, lisanku dari dusta, dan mataku dari khianat.”

BACA JUGA:  Jangan Jadi Pendengki

Selain itu, banyaklah mengingat kematian. Sebab, tidak ada gunanya mendengki kenikmatan orang lain, sementara dunia ini fana. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih zalim daripada pendengki. Ia hidup dalam kesedihan panjang, sementara yang didengki tidak merasa dirugikan sedikit pun.”

Penutup

Dengki adalah penyakit hati yang halus namun berbahaya. Ia lahir dari ketidakridhaan terhadap takdir Allah. Jalan selamat darinya adalah dengan memperbanyak syukur, ridha, dan doa, serta mengingat bahwa dunia ini sementara. Betapa indahnya jika setiap muslim mampu membersihkan hatinya dari dengki, karena dengan itu ia akan hidup lebih lapang, tenang, dan penuh berkah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119