Sadarilah bahwa zaman tak akan berada pada satu kondisi yang sama terus-menerus, sebagaimana firman Allah, “Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia.” (Ali Imran [3]: 140). Suatu saat seseorang ditimpa kefakiran, namun pada saat yang lain bisa kaya. Suatu saat mulia, lain kali tiba-tiba sangat hina.
Orang yang kuat selalu berada dalam satu jalur, yaitu takwa kepada Allah.
BACA JUGA: Keinginan yang Tinggi
Dengan bekal itu, jika ia kaya, kekayaan-nya akan menghiasi dirinya. Jika ditimpa kefakiran, pintu kesabarannya telah lama terbuka seluas-luasnya. Jika sehat, tulah puncak kenikmatan.
Jika diterpa cobain justru akan semakin bening jiwanya, Tak ada yang bisa memengaruhi hidupnya selain Allah. Tak berpengaruh baginya apakah zaman sedang naik menanjak ataupun sedang turun ke jurang
Ketakwaan adalah akar dari keselamatan dan penjaga yang tidak pernah tidur melindungi kita dari Imbas perubahan zaman. Takwalah yang akan membuat manusia bangkit saat tergelincir dan menuntunnya ke jalan yang benar.
BACA JUGA: Hakikat Pendengaran dan Penglihatan
Kemungkaran pun sebenamya ada lah sebuah kenikmatan, namun tidak se jalan dengan takwa, hingga menjadikan pelakuniya sangat merugi.
Senantiasalah bertakwa dalam sega la gerak-gerik Anda Dengan demikian, Anda akan menemukan bahwa dalam ruang yang sempit sekalipun, sebenar nya ada jalan keluar. Setelah sakit pen akan datang masa sehat Ini ganjaran yang langsung Anda terima di dunia, sedangkan di akhirat tentu berbeda lagi ceritanya. []
Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

