Home RenunganMusibah Dapat Menghapuskan Dosa, Sabar Meninggikan Derajat, dan Ihtisab Mendatangkan Pahala

Musibah Dapat Menghapuskan Dosa, Sabar Meninggikan Derajat, dan Ihtisab Mendatangkan Pahala

Selama ia bersabar, berbaik sangka kepada Allah, dan tetap berharap pahala dari-Nya, maka semua itu akan berubah menjadi kebaikan.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku merasa takjub terhadap seorang mukmin. Apabila ditimpa musibah, ia bersabar dan mengharap pahala. Dan apabila mendapatkan kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Sesungguhnya seorang muslim diberi pahala dalam segala sesuatu, bahkan pada sesuap makanan yang ia angkat ke mulutnya.”

Hadits shahih, diriwayatkan dalam Shahih Al-Jami’.

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah Ta’ala kepada seorang mukmin. Kehidupan seorang muslim tidak pernah lepas dari pahala selama ia menghadapi setiap keadaan dengan iman dan niat yang benar.

BACA JUGA:  Mengapa Ujian Nikmat Lebih Berat daripada Ujian Derita?

Ketika seseorang mendapatkan nikmat, lalu ia memuji Allah dan bersyukur, maka itu menjadi ibadah baginya. Sebaliknya, ketika ia ditimpa kesedihan, sakit, kehilangan, atau berbagai ujian hidup lainnya, lalu ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah, maka musibah tersebut juga berubah menjadi kebaikan untuk dirinya.

🎙 Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa musibah memiliki faedah yang sangat besar bagi seorang mukmin. Beliau menerangkan bahwa musibah dapat menghapus dosa-dosa, meninggikan derajat seseorang di sisi Allah, dan mendatangkan pahala. Akan tetapi, semua itu membutuhkan satu syarat penting, yaitu adanya ihtisab, yakni mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

Banyak orang bisa bersabar karena terpaksa. Namun tidak semua orang bersabar sambil berharap balasan pahala dari Allah. Di sinilah letak perbedaan besar antara sekadar menahan diri dengan sabar yang bernilai ibadah.

Karena itu, ketika seorang muslim tertimpa musibah dunia, hendaknya ia menghadirkan niat dalam hatinya bahwa semua ini adalah ujian dari Allah, dan ia berharap pahala dari-Nya. Jika niat ini ada dalam dirinya, maka musibah tersebut bukan hanya menggugurkan dosa-dosanya, tetapi juga menjadi sebab bertambahnya pahala dan tingginya derajatnya di akhirat.

BACA JUGA:  Sabar terhadap Musibah

Inilah keindahan ajaran Islam. Bahkan kesedihan dan rasa sakit yang dialami seorang mukmin tidak terbuang sia-sia. Selama ia bersabar, berbaik sangka kepada Allah, dan tetap berharap pahala dari-Nya, maka semua itu akan berubah menjadi kebaikan.

Seorang mukmin sejati tidak hanya bersyukur ketika lapang, tetapi juga tetap beriman ketika sempit. Sebab ia yakin bahwa setiap takdir Allah pasti mengandung hikmah dan pahala bagi hamba yang bersabar. [

 Dinukil dari Syarh Mukhtashar At-Tahrir karya Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, hlm. 63.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119