Home KajianSyamatah: Sikap Bergembira di Atas Musibah Orang Lain dan Pandangan Islam tentangnya

Syamatah: Sikap Bergembira di Atas Musibah Orang Lain dan Pandangan Islam tentangnya

Seorang muslim sejati menjaga lisannya, tidak mencela, tidak mempermalukan, dan tidak mencari-cari aib saudaranya.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di antara akhlak buruk yang sangat diperingatkan dalam Islam adalah syamatah, yaitu merasa senang atau bergembira atas musibah yang menimpa orang lain. Sikap ini termasuk akhlak tercela dan sifat yang sangat buruk. Ia lahir dari hati yang sakit, dipenuhi kedengkian dan hasad.

Orang yang hasad akan merasa sempit ketika melihat orang lain mendapat nikmat, namun merasa senang ketika melihat orang lain tertimpa kesulitan.

Islam Mengajarkan Akhlak Mulia

Islam tidak meninggalkan satu pun akhlak mulia kecuali mendorong umatnya untuk mengamalkannya. Dan Islam juga tidak membiarkan satu pun akhlak buruk kecuali telah memperingatkan bahayanya.

Syamatah termasuk salah satu penyakit hati yang merusak hubungan antarmanusia dan menghancurkan ukhuwah.

Bentuk-Bentuk Syamatah

Di antara bentuk syamatah adalah merasa senang ketika orang yang tidak kita sukai tertimpa musibah, baik dalam agamanya, dirinya, kehormatannya, keluarganya, hartanya, maupun reputasinya.

Bahkan terkadang sikap ini disertai ejekan, hinaan, atau upaya memperburuk citra orang tersebut.

Padahal, sifat seperti ini tidak dimiliki oleh jiwa-jiwa beriman dan orang-orang yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Ia lebih banyak muncul dari orang-orang yang lemah imannya, dipenuhi iri hati dan gemar menggunjing.

BACA JUGA:  5 Cara Mengobati Hasad

Rasulullah ﷺ Berlindung dari Syamatah

Karena buruknya sifat ini, Rasulullah Muhammad ﷺ sampai berlindung kepada Allah darinya. Beliau bersabda:

«تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ»

“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari beratnya musibah, kesengsaraan yang menyusul, buruknya takdir, dan syamatahnya musuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidaklah Rasulullah ﷺ meminta perlindungan dari sesuatu kecuali karena hal itu sangat buruk dan berbahaya.

Syamatah Menyakiti Hati dan Merusak Jiwa

Syamatah melukai hati seseorang dengan luka yang dalam. Jiwa-jiwa yang mulia dan hati yang bersih akan menjauhi sifat ini.

Bukanlah sikap mulia jika seseorang bergembira saat saudaranya tergelincir dalam kesalahan atau tertimpa ujian. Orang yang bersukacita atas penderitaan orang lain hanyalah orang yang rendah akhlaknya dan buruk tabiatnya.

Allah Ta’ala berfirman:

{إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا}

“Jika kamu memperoleh kebaikan, mereka bersedih hati. Tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya.” (QS. Ali Imran: 120)

Seorang Mukmin Seharusnya Ikut Merasakan

Orang-orang yang gemar bersyamatah telah kehilangan kasih sayang dalam hati mereka. Padahal Rasulullah ﷺ menggambarkan hubungan sesama mukmin seperti satu tubuh:

«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى»

banner

“Perumpamaan kaum mukmin dalam cinta, kasih sayang, dan kepedulian mereka seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah juga berfirman:

{إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ}

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Jangan Menyakiti Sesama Muslim

Allah melarang segala bentuk kezaliman dan pelampauan batas:

{وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ}

“Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Syamatah termasuk bentuk menyakiti sesama muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

«كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ؛ دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ»

“Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”  (HR. Muslim)

Jangan Bergembira atas Musibah Saudaramu

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لِأَخِيكَ؛ فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ وَيَبْتَلِيكَ»

“Janganlah engkau menampakkan syamatah terhadap saudaramu, karena bisa jadi Allah merahmatinya dan justru mengujimu.”  (HR. Tirmidzi)

Betapa sering seseorang mengejek orang lain, namun kemudian ia sendiri diuji dengan hal yang sama.

Ibnu Qayyim رحمه الله berkata:

“Barangsiapa menertawakan orang lain, maka ia akan ditertawakan. Dan siapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa, maka ia akan diuji dengan dosa itu.”

Menjaga Lisan dan Hati

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

«لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا»

“Jangan saling membenci, jangan saling hasad, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang muslim sejati menjaga lisannya, tidak mencela, tidak mempermalukan, dan tidak mencari-cari aib saudaranya.

BACA JUGA:   3 Penderitaan Orang yang Cinta Dunia

Penutup

Syamatah bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menunjukkan sakitnya hati dan lemahnya iman. Seorang mukmin seharusnya mendoakan kebaikan bagi saudaranya, ikut bersedih atas musibahnya, dan membantu meringankan bebannya.

Jagalah hati dari hasad dan syamatah. Karena bisa jadi, musibah yang hari ini menimpa orang lain, esok hari justru datang menghampiri kita.

Sebagaimana nasihat para ulama:

لِسَانُكَ لَا تَذْكُرْ بِهِ عَوْرَةَ امْرِئٍ
فَكُلُّكَ عَوْرَاتٌ وَلِلنَّاسِ أَلْسُنُ

“Janganlah lisanmu menyebut aib orang lain, karena dirimu sendiri penuh kekurangan, dan manusia pun memiliki lisan.”

وَعَيْنُكَ إِنْ أَبْدَتْ إِلَيْكَ مَعَايِبًا
فَصُنْهَا وَقُلْ يَا عَيْنُ لِلنَّاسِ أَعْيُنٌ

“Jika matamu melihat kekurangan orang lain, maka jagalah ia, dan katakan: ‘Wahai mata, manusia lain juga memiliki mata.’” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119