Home KajianNasihat terhadap Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah

Nasihat terhadap Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah

blis berkata kepada mereka: "Orang sepertimu tidak pantas memberi ceramah atau nasihat. Yang layak menasihati adalah orang yang sadar." Sehingga, Iblis membuatnya diam dan tidak mau memberi nasihat.

by Abu Umar
0 comments 237 views

Boleh jadi seorang penceramah atau seorang pemberi nasihat yang pada awal hadirnya begitu tulus dan bersikap sungguh-sungguh ingin menasihati orang lain. Hanya saja, seiring dengan berlalunya waktu, di antara mereka ada yang hatinya tersusupi perasaan cinta kedudukan sehingga dia pun menjadi gila hormat.

Indikasi yang dapat dilihat secara kasat mata mudah. Yakni jika ada penceramah atau pemberi nasihat lain yang menggantikannya, atau membantunya, dalam menasihati orang-orang, dia langsung menunjukkan sikap tidak suka kepada orang itu. Padahal, apabila memang niatnya lurus, niscaya dia tidak akan memperlihatkan sikap benci kepada orang lain yang membantu dirinya dalam berceramah atau menasihati orang lain tadi.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap Ahli Qiraat atau Qari

Di antara mereka ada yang mencampurbaurkan antara laki-laki dengan wanita dalam satu tempat. Anda melihat kaum wanita ini berteriak-teriak lantaran terbawa emosi, namun si penutur kisah sama sekali tidak menegur, karena dia berharap akan simpati orang-orang.

Pada zaman ini, muncul penutur kisah yang jelas-jelas menjadikan cerita sebagai penghidupan. Dengan cerita itu, mereka meminta belas kasihan penguasa serta mengambil uang dari para tukang pungli. Mereka ini menjadikan cerita sebagai mata pencaharian.

Beberapa dari mereka mendatangi pemakaman umum, setelah itu mereka mengingatkan manusia akan kematian dan perpisahan dengan orang-orang yang dicintai, sehingga membuat para wanita menangis, Ya, mereka sama sekali tidak mengajak orang-orang untuk bersabar menghadapi musibah.

BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Ahli Hadits

Di sisi lain, Iblis melancarkan tipu dayanya kepada para penceramah dan pemberi nasihat yang lurus. Iblis berkata kepada mereka: “Orang sepertimu tidak pantas memberi ceramah atau nasihat. Yang layak menasihati adalah orang yang sadar.” Sehingga, Iblis membuatnya diam dan tidak mau memberi nasihat.

Ini termasuk makar Iblis! Ia menghalangi perbuatan baik. Iblis pun melancarkan tipu daya dengan menyatakan: “Sungguh, kamu menikmati dan merasa nyaman dengan apa yang kamu kemukakan. Bisa jadi nasihatmu tersusupi dengan rasa riya. Karena itu, mengurus diri sendiri adalah jalan yang lebih selamat.” Tujuan Iblis tidak lain menutup pintu kebaikan. []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119