Berjabat tangan merupakan amalan sederhana yang sering dilakukan saat bertemu sesama Muslim. Namun di balik kesederhanaannya, terdapat keutamaan besar yang sering kali luput dari perhatian. Islam mengajarkan adab dalam setiap interaksi, termasuk dalam berjabat tangan, sehingga perbuatan ini tidak hanya menjadi kebiasaan sosial, tetapi juga bernilai ibadah.
Keutamaan Berjabat Tangan
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bara bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
Artinya: “Tidaklah dua orang Muslim bertemu lalu mereka berjabat tangan, kecuali diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa berjabat tangan bukan sekadar bentuk sapaan, melainkan sarana untuk meraih ampunan dari Allah. Setiap pertemuan yang dihiasi dengan salam dan jabat tangan menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa.
BACA JUGA: Cara Sujud yang Benar
Dalam riwayat lain dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا لَقِيَ الْمُؤْمِنَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرِ
Artinya: “Sesungguhnya seorang Mukmin apabila bertemu dengan Mukmin lainnya, lalu ia mengucapkan salam dan berjabat tangan dengannya, maka berguguran dosa keduanya sebagaimana daun-daun berguguran dari pohon.”
(HR. Ath-Thabrani)
Gambaran ini begitu indah—dosa-dosa yang melekat pada diri seorang hamba berguguran hanya dengan pertemuan yang disertai salam dan jabat tangan.
Makna Jabat Tangan Menurut Ulama
Para ulama menjelaskan hakikat berjabat tangan agar tidak sekadar menjadi formalitas. Ibnu Hajar al-Asqalani رحمه الله mengatakan:
“Jabat tangan adalah melekatkan telapak tangan pada telapak tangan yang lain.”
(Fathul Bari)
Sementara itu, Muhammad Nasiruddin al-Albani رحمه الله menjelaskan:
“Mushafahah adalah saling menempelkan telapak tangan dengan telapak tangan, dalam keadaan saling berhadapan (wajah menghadap wajah).” (Silsilah Ash-Shahihah)
Penjelasan ini menunjukkan bahwa jabat tangan yang sesuai sunnah dilakukan dengan kontak langsung telapak tangan, bukan sekadar sentuhan ringan atau isyarat dari jauh.
BACA JUGA: 5 Cara Mengobati Hasad
Adab Berjabat Tangan
Agar amalan ini lebih sempurna, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan:
Mengawali dengan mengucapkan salam
Menggunakan tangan kanan
Menghadap orang yang diajak berjabat tangan
Tidak tergesa-gesa melepaskan tangan
Disertai wajah yang ramah dan senyum
Dengan memperhatikan adab-adab tersebut, jabat tangan akan menjadi bentuk penghormatan sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.
Penutup
Berjabat tangan adalah amalan ringan dengan pahala yang besar. Ia bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari sunnah yang mengandung keberkahan dan pengampunan dosa. Maka sudah sepantasnya setiap Muslim menghidupkan amalan ini dengan cara yang benar, penuh keikhlasan, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

