Ada hal-hal yang dapat menguatkan iman ada dua, yaitu akal (aql) dan naql. Naql terdiri atas dua hal, yaitu al-Qur’an dan al-Hadis.
Yang berasal dari al-Qur’an terbagi ke dalam dua bagian.
1. Keterangan tentang sebab-sebab diberikannya nikmat kepada orang-orang yang kafir.
Di antaranya ialah firman Allah:
“Janganlah sekali-kali orang kafir menyangka, bahwa penangguhan yang Kami berikan kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya, Kami memberi tangguh kepada mere ka hanyalah agar bertambah dosa mereka dan bagi mereka azab yang pedih.” (Ali ‘Imran (3): 178)
BACA JUGA: Renungan: Jaga Terus Imanmu
Sekiranya bukan karena hendak mencegah manusia untuk menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami membuatkan bagi orang-orang yang kafir dengan Tuhan Yang Maha Pemurah atap-atap perak bagi rumah mereka.” (az-Zukhruf [49]: 33)
“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.” (al-Isra’ [17]: 16)
2. Cobaan dari Allah bagi orang Mukmin.
Hal itu terlihat seperti dalam firman-firman Allah: “Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu.” (Ali ‘Imrån [3]: 142)
“Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana (cobaan itu datang kepada) orang-orang sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka, kesengsaraan, dan diguncangkan (dengan berbagai cobaan).” (al-Baqarah [2]: 214)
“Apakah kamu mengira akan dibiarkan (begitu saja), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataannya) orang-orang yang berjihad di antara kamu.” (at-Taubah [9]: 16)
Adapun yang berasal dari sunnah terbagi ke dalam dua bagian, yaitu perkataan dan perbuatan.
BACA JUGA: Orang Beriman di Malam Hari Menjelang Pagi, Merekd Bersujud
Rasulullah pernah tidur di atas tikar yang kasar, sehingga meninggalkan bekas di punggungnya. Umar bin Khattab menangis melihat kondisi Sang Nabi sambil berkata, “Kaisar Romawi dan Persia menikmati sutra dan permadani, sedangkan engkau, wahai Rasulullah…”
Nabi lalu menimpaIi, “Apakah engkau ragu, wahai Umar? Tidakkah engkau rela akhirat menjadi milik kita sementara mereka hanya memiliki dunia?”
Di kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, “Seandainya dunia ini dalam pandangan Allah sama dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi rezeki pada orang kafir meskipun hanya seteguk air.” []
Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

