Ikhlas adalah ruh dari setiap amal ibadah. Tanpa keikhlasan, amal yang tampak besar di mata manusia bisa menjadi sia-sia di sisi Allah. Karena itulah para salafus shalih sangat menjaga hati mereka, bahkan dengan cara menyembunyikan amalan-amalan sunnah yang mereka lakukan, agar terhindar dari riya dan pujian manusia.
Bagi mereka, yang terpenting bukanlah terlihat saleh, melainkan diterima oleh Allah Ta‘ala. Sikap inilah yang menjadikan amalan para salaf penuh keberkahan dan bernilai tinggi di sisi-Nya.
Ikhlas Lebih Berat daripada Amal Itu Sendiri
Para ulama salaf memandang ikhlas sebagai perkara yang paling sulit dijaga. Sufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata:
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat aku obati daripada niatku, karena ia selalu berubah-ubah.”
Ucapan ini menunjukkan bahwa menjaga keikhlasan membutuhkan kesungguhan, kewaspadaan, dan mujahadah yang besar.
BACA JUGA: Orang yang Senantiasa Melakukan Amalan Sunnah
Menyembunyikan Amal Seperti Menyembunyikan Aib
Sebagian salaf menyembunyikan amalan sunnah mereka sebagaimana seseorang menyembunyikan dosa atau aib. Mereka khawatir jika amal itu diketahui orang lain, hati akan condong kepada pujian dan sanjungan.
Hasan al-Bashri رحمه الله berkata:
“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menyembunyikan amal kebaikan mereka lebih keras daripada kalian menyembunyikan keburukan kalian.”
Mereka merasa takut jika amalan tersebut menghilangkan keikhlasan dan merusak nilai ibadah di sisi Allah.
Amalan Sunnah Dilakukan Tanpa Diketahui Keluarga
Banyak kisah yang menunjukkan bagaimana para salaf menyembunyikan amalan sunnah, bahkan dari orang terdekat. Di antara mereka ada yang shalat malam bertahun-tahun, namun istrinya tidak mengetahuinya. Ada pula yang berpuasa sunnah, tetapi tetap makan bersama keluarga agar tidak diketahui.
Semua itu mereka lakukan semata-mata untuk menjaga hati dari riya dan ujub.
Menangis di Malam Hari, Tersenyum di Siang Hari
Sebagian salaf menangis di malam hari ketika bermunajat kepada Allah, namun di siang hari mereka tampil seperti orang biasa. Mereka tidak ingin kesalehan batin mereka terlihat dalam raut wajah atau sikap lahir.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak mencari pengakuan manusia, tetapi mengharap ridha Rabb semesta alam.
BACA JUGA: 15 Adab Pertemanan yang Paling Penting Menurut Ulama Salaf
Kapan Amal Boleh Ditampakkan
Para ulama menjelaskan bahwa hukum asal amalan sunnah adalah disembunyikan, kecuali jika menampakkannya membawa maslahat yang lebih besar, seperti untuk mengajarkan sunnah, memberi teladan, atau menguatkan semangat orang lain. Namun, sekalipun amal itu ditampakkan, niat tetap harus dijaga agar tidak tercampur dengan keinginan dipuji.
Ibnu Rajab رحمه الله menjelaskan bahwa amal yang disembunyikan lebih dekat kepada ikhlas dan lebih selamat dari penyakit hati.
Penutup
Keteladanan para salaf dalam menyembunyikan amalan sunnah adalah pelajaran besar bagi kaum muslimin di zaman ini. Di tengah mudahnya memamerkan ibadah, mereka justru berjuang keras agar amalnya tidak diketahui siapa pun selain Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

