Shalat tahajjud adalah salah satu ibadah sunnah paling utama dalam Islam. Ia bukan sekadar shalat malam, tetapi ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah ﷻ, baik dari sisi pahala, pengabulan doa, maupun kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Karena itu, para ulama memberi perhatian besar terhadap waktu terbaik pelaksanaannya berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih.
Pengertian dan Rentang Waktu Tahajjud
Secara umum, tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya dan sebelum masuk waktu Subuh. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa tahajjud memiliki kekhususan dilakukan setelah tidur, meskipun tidur itu hanya sebentar.
Dengan demikian, seluruh malam sejak Isya hingga Subuh adalah waktu sah untuk tahajjud, namun keutamaannya bertingkat sesuai waktu pelaksanaannya.
Pembagian Waktu Malam
Para ulama membagi malam menjadi tiga bagian:
Sepertiga malam pertama
Dari setelah Isya hingga sekitar sepertiga malam berlalu.
BACA JUGA: Betapa Tahajjud Itu
Sepertiga malam kedua
Dari sepertiga malam pertama hingga masuk sepertiga terakhir.
Sepertiga malam terakhir
Dari akhir malam hingga terbit fajar (Subuh).
Pembagian ini dihitung berdasarkan durasi malam (dari Maghrib atau Isya sampai Subuh), bukan jam tetap.
Waktu Paling Utama: Sepertiga Malam Terakhir
Dalil dari Al-Qur’an
Allah ﷻ memuji hamba-Nya yang menghidupkan malam dengan ibadah, khususnya di waktu yang sunyi:
“Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’: 79)
Ayat ini menjadi dasar kuat anjuran tahajjud sebagai ibadah istimewa, terutama di malam hari ketika kebanyakan manusia terlelap.
Dalil dari Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman:
‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.’”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini adalah dalil terkuat yang menjelaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama untuk tahajjud dan doa.
Penjelasan Para Ulama
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa:
Tahajjud boleh dilakukan kapan saja setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Waktu paling afdhal (utama) adalah sepertiga malam terakhir, karena:
- Doa lebih dekat dengan pengabulan.
- Hati lebih khusyuk.
- Jauh dari kesibukan dunia.
- Sesuai dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ yang sering mengakhirkan shalat malamnya.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mengakhirkan shalat malam hingga sepertiga malam terakhir adalah yang paling utama, kecuali jika dikhawatirkan tidak mampu bangun.
Cara Praktis Menentukan Sepertiga Malam Terakhir
Contoh:
- Isya: 19.00
- Subuh: 05.00
- Durasi malam: 10 jam
- Sepertiga malam terakhir: ± pukul 01.40 – 05.00
Waktu ini bisa berubah tergantung lokasi dan musim.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat tentang Tahajjud
Kesimpulan
Waktu sah tahajjud: setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Tahajjud paling utama: dikerjakan setelah tidur, meski sebentar.
Waktu terbaik dan paling afdhal: sepertiga malam terakhir, berdasarkan Al-Qur’an, hadis shahih, dan ijma‘ ulama.
Bagi yang belum mampu bangun di akhir malam, shalat tahajjud di awal atau tengah malam tetap bernilai ibadah dan berpahala besar. []
📚 Sumber dan Rujukan
- Al-Qur’an Al-Karim
- QS. Al-Isra’: 79
- QS. As-Sajdah: 16
- QS. Adz-Dzariyat: 17–18
Hadis Shahih
- Shahih Al-Bukhari, Kitab At-Tahajjud
- Shahih Muslim, Kitab Shalat Al-Musafirin
- Kitab dan Penjelasan Ulama
- Imam An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim
- Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari
- Ibnu Qudamah, Al-Mughni
- Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin (bab Qiyamul Lail)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

