Home TsaqofahHari Sabat: Makna, Sejarah, dan Pelajaran bagi Umat Islam

Hari Sabat: Makna, Sejarah, dan Pelajaran bagi Umat Islam

Orang Yahudi ,Hari SabatRasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pada asalnya Allah mewajibkan hari Jumat sebagai hari ibadah bagi umat-umat terdahulu.

by Abu Umar
0 comments 140 views

Hari Sabat (Sabtu) memiliki kedudukan khusus dalam sejarah kaum Yahudi dan disebut berulang kali dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari kisah ketaatan dan pembangkangan mereka terhadap perintah Allah. Untuk memahami hakikat hari Sabat, penting menelusuri makna bahasa, latar sejarah, serta pelajaran akidah dan moral yang terkandung di dalamnya.

Secara etimologis, Ar-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan bahwa kata as-sabt berasal dari makna al-qath‘u, yakni memotong atau memutus. Dalam bahasa Arab dikatakan sabata as-sayr untuk perjalanan yang terputus, dan sabata sya‘rahu untuk rambut yang dipotong. Dari sini, hari Sabat dimaknai sebagai hari terputusnya aktivitas. Disebutkan bahwa Allah memulai penciptaan langit dan bumi pada hari Ahad, lalu menyempurnakannya dalam enam hari, sehingga pekerjaan penciptaan “terhenti” pada hari Sabtu. Karena itulah hari tersebut dinamakan hari Sabat. Bahkan tidur pun disebut saba‘atan karena seseorang terputus sementara dari aktivitasnya.

BACA JUGA:  Kisah Ali bin Abi Thalib, Laki-laki Yahudi dan Baju Besi

Penyebutan hari Sabat dalam Al-Qur’an selalu berkaitan dengan kaum Yahudi. Kata as-sabt dan turunannya disebut sebanyak tujuh kali dalam satu konteks besar, yakni kisah mereka. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah penduduk sebuah negeri di tepi laut yang melanggar larangan berburu ikan pada hari Sabat, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-A‘raf ayat 163. Allah menguji mereka dengan menghadirkan ikan-ikan justru pada hari yang dilarang, sementara pada hari lain ikan-ikan itu tidak muncul. Ujian ini membuka tabir kedurhakaan mereka.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa kewajiban mengagungkan hari Sabat hanya diberlakukan kepada orang-orang Yahudi yang berselisih tentangnya (QS. An-Nahl: 124). Bahkan, pelanggaran terhadap hari Sabat menjadi sebab turunnya laknat Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 47 dan 154, serta Surah Al-Baqarah ayat 65, ketika sebagian dari mereka diubah menjadi kera yang hina akibat kedurhakaan tersebut.

Bagi kaum Yahudi, hari Sabat seharusnya menjadi hari untuk berhenti total dari pekerjaan sebagai bentuk ketaatan. Namun watak membangkang dan kecenderungan melanggar perintah membuat sebagian dari mereka mencari siasat untuk menabrak larangan Allah. Karena itulah mereka pantas mendapatkan azab dan kutukan-Nya.

BACA JUGA:  Watak Orang Yahudi: Ingin Memurtadkan Kaum Muslimin

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pada asalnya Allah mewajibkan hari Jumat sebagai hari ibadah bagi umat-umat terdahulu. Akan tetapi, kaum Yahudi menyelisihinya sehingga Allah menetapkan Sabtu bagi mereka, dan kaum Nasrani memilih Ahad. Dalam hadits shahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa umat Islam diberi petunjuk kepada hari Jumat, sementara Yahudi pada Sabtu dan Nasrani pada Ahad.

Penolakan kaum Yahudi terhadap hari Jumat dan pilihan mereka terhadap hari Sabat menjadi cermin sikap mental yang tidak tunduk sepenuhnya pada perintah Allah. Hal ini sangat kontras dengan sikap para sahabat Rasulullah ﷺ yang menyambut perintah Allah dengan penuh ketaatan, disiplin, dan komitmen. Dari kisah hari Sabat, umat Islam diajarkan bahwa keselamatan terletak pada kepatuhan, bukan pada akal-akalan dalam menyiasati syariat.

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN | PUSAT STUDI QURAN

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119