Al-Imam Sufyān bin ‘Uyainah rahimahullāh berkata bahwa dahulu para ulama saling berkirim surat, bukan dengan harta atau pujian, melainkan dengan wasiat-wasiat yang menghidupkan hati. Di antara kalimat yang mereka wariskan adalah tiga pesan agung yang merangkum jalan perbaikan diri di dunia dan akhirat.
Pertama: “Barangsiapa memperbaiki perkara-perkara yang tersembunyi dari dirinya, niscaya Allah akan memperbaiki perkara-perkara yang nampak dari dirinya.”
Inilah rahasia keikhlasan. Amal yang dilakukan dalam kesunyian, jauh dari pandangan manusia, justru menjadi sebab baiknya citra seseorang di mata manusia. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Seikhlas-ikhlasnya amal adalah yang paling sedikit engkau sukai untuk diketahui manusia.” Ketika hati dibersihkan dari riya, dengki, dan cinta pujian, maka Allah sendiri yang akan memperindah keadaan lahir seseorang tanpa perlu dia mencarinya.
BACA JUGA: 12 Perkara dalam Shalat
Kedua: “Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesamanya.”
Hubungan dengan manusia sering kali rusak karena lemahnya hubungan dengan Allah. Ketika seorang hamba jujur dalam ibadahnya, lembut dalam taubatnya, dan ikhlas dalam doanya, maka Allah akan menurunkan kasih sayang kepada sesama makhluk. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Perbaikilah hubunganmu dengan Allah, maka Allah akan mencukupkanmu dari manusia.” Banyak konflik, kebencian, dan permusuhan akan luruh dengan sendirinya jika seorang hamba benar-benar dekat dengan Rabb-nya.
BACA JUGA: Kapan Perkara Mubah Bisa Berubaha Menjadi Maksiat atau Ketaatan?
Ketiga: “Barangsiapa beramal untuk akhiratnya, niscaya Allah akan mencukupi perkara dunianya.”
Ini adalah janji Allah yang tak pernah meleset. Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, maka dunia akan datang mengikutinya dalam keadaan hina. Sufyān Ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Barangsiapa menginginkan dunia dengan amal akhirat, ia rugi di keduanya. Dan barangsiapa menginginkan akhirat, dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” Rezeki, ketenangan, dan keberkahan akan Allah atur tanpa harus dikejar dengan cara-cara yang melalaikan.
Tiga pesan ini warisan agung para salaf. Ia mengajarkan bahwa perbaikan sejati selalu dimulai dari hati, diperkuat dengan hubungan kepada Allah, dan ditujukan untuk kehidupan akhirat. Dari situlah dunia akan menjadi cukup, dan diri akan menjadi tenang.
(Dinukil dari Majmū‘ Al-Fatāwā, 7/9–10) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

