Home SirahUtusan Quraisy Terpana oleh Al-Qur’an di Hadapan Rasulullah

Utusan Quraisy Terpana oleh Al-Qur’an di Hadapan Rasulullah

"Kami bersumpah atas nama Allah! Sungguh, Abu Al-Walid telah datang kepada kalian dengan raut muka yang berbeda dengan sewaktu dia pergi tadi."

by Abu Umar
0 comments 205 views

Setelah dua orang pahlawan yang agung. Hamzah hin Abdul Muththalib dan Umar bin Al-Khaththab masuk Islam, awan kelabu mulai menyelimuti kaum Musyrikin dan barulah tersadar dari mabuk mereka yang selama ini digunakan untuk menyiksa kaum Muslimin.

Kali ini, mereka berupaya mencari jalan lain, yaitu mengajukan negosiasi di mana mereka akan memenuhi semua tuntutan yang diinginkan oleh beliau asalkan mau menghentikan dakwahnya. Mereka yang perlu dikasihani itu, tidak mengetahui bahwa setiap apa saja yang dapat disinari oleh matahari tidak memiliki nilai sama sekali walau sebesar nyamuk sekalipun dibandingkan dakwah yang beliau emban. Akhirnya, mereka mengalami kegagalan lagi.

Ibnu Ishaq berkata, “Yazid bin Ziyad berkata kepadaku, dari Muhanimad bin Ka’ab Al-Qurazhi, dia berkata, ‘Suatu hari Uthah bin Habi’ah yang merupakan seorang kepala suku berbicara di perkumpulan Quraisy saat Rasulullah duduk duduk seorang diri di masjid, “Wahal kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kallan bila aku menyongsong Muhammad dan berbicara dengannya lalu menawarkan kepadanya beberapa hal yang aku berharap semoga saja sebagiannya dia terima falu setelah itu kita berikan kepadanya apa yang dia mau, sehingga dia tidak lagi mengganggu kita?”

BACA JUGA: Quraisy Kembali Mendatangi Abu Thalib

Hal itu dikatakannya ketika Hamzah masuk Islam dan melihat balwa para shahabat Rasulullah semakin hari semakin banyak dan bertambah, lalu mereka berkata kepadanya: “Tentu saja bagus, wahai Abu Al-Walid. Pergilah menyongsongnya dan berbicaralah dengannyal”

Utbah segera menyongsong beliau dan duduk di sampingnya seraya berkata:

“Wahai anak saudaraku, sesungguhnya engkau telah datang kepada orang-orang dengan hal yang amat besar, sehingga membuat mereka bercerai-berai, angan-angan mereka engkau kerdilkan, tuhan-tuhan serta agama mereka engkau cela dan nenek nenek moyang mereka engka kafirkan. Dengarlah! Aku ingin menawarkan beberapa hal kepadamu, bagaimana pendapatmu tentangnya? Semoga saja sebagiannya dapat engkau terima.”

Rasulullah menjawab, “Wahai Abu Al-Walid, katakanlah, aku akan mendengarkannya!”

“Wahai anak saudaraku, jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan harta, kami akan mengumpulkan harta-harta kami untukmu sehingga engkau menjadi orang yang paling banyak hartanya di antara kami. Jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan kedudukan, maka kami akan mengangkatmu menjadi tuan kami hingga kami tidak akan melakukan sesuatu pun sebelum engkau perintahkan. Jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan kerajaan, maka kami akan mengangkatmu menjadi raja. Ddan jika apa yang datang kepadamu adalah jin yang engkau lihat dan tidak dapat engkau mengusirnya dari dirimu, kami akan memanggilkan tabib untukmu serta akan kami infakkan harta kami demi kesembuhanmu, sebab orang terkadang terkena oleh jin, sehingga perlu diobati” katanya -atau sebagaimana yang dia katakan hingga akhirnya Utbah selesai. dan Rasulullah mendengarkannya.

Lalu beliau berkata, “Wahai Utbah, sudah selesaikah engkau?”

Dia menjawab, “Ya.”

Beliau berkata, Nah, sekarang dengarkanlah dariku!”

Dia menjawab, “Ya, akan aku dengar.”

Beliau membacakan firman-Nya:

“Ha Mim. Diturunkan dari Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya. Yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. Mereka berkata: “Hati Kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru Kami kepadanya.” (Fushshilat: 1-5)

Kemudian Rasulullah melanjutkan bacaannya. Tatkala Utbah mendengarnya, dia malah diam serta khusyuk mendengarkan sambil bertumpu di atas kedua tangannya yang diletakkan di belakang punggungnya hingga beliau selesai dan ketika melewati ayat sajadah, beliau bersujud. Setelah itu, beliau bersabda, “Wahai Abu Al-Walid, engkau telah mendengarkan apa yang telah engkau dengar tadi. Sekarang terserah padamu.”

Utbah bangkit dan menemui para shahabatnya. Melihat kedatangannya, sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain:

“Kami bersumpah atas nama Allah! Sungguh, Abu Al-Walid telah datang kepada kalian dengan raut muka yang berbeda dengan sewaktu dia pergi tadi.”

Dia pun datang dan duduk bersama mereka. Mereka berkata kepadanya, “Apa yang engkau bawa wahai Abu Al-Walid?”

BACA JUGA:  Dakwah Nabi di atas Bukit Shafa

“Yang aku bawa, bahwa aku telah mendengar suatu perkataan yang demi Allah, belum pernah sama sekali aku dengar semisalnya. Demi Allah! ia bukanlah syair, bukan sihir dan bukan pula tenung. Wahai kaum Quraisy! Patuhilah aku, serahkan urusan itu kepadaku serta biarkanlah orang ini melakukan apa yang dia lakukan. Menjauhlah dari urusannya! Demi Allah! sungguh ucapannya yang telah aku dengar itu akan menjadi berita besar, jika orang-orang Arab dapat mengalahkannya maka kalian telah terlebih dahulu membereskannya tanpa campur tangan orang lain. dan jika dia mengalahkan mereka maka kerajaannya adalah kerajaan kalian juga, keagungannya adalah keagungan kalian juga, maka dengan begitu kalian akan menjadi orang yang paling bahagia.”

Mereka berkata, “Demi Allah, dia telah menyihirmu dengan lisannya, wahai Abu Al-Walid.”

“Inilah pendapatku terhadapnya, terserah apa yang ingin kalian lakukan,” jawabnya.

Dalam riwayat lain Utbah menyimak sampai mendatangi Rasul hingga firman-Nya:

فإن أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنذَرْتُكُمْ صَعِقَة مثل صعقة عاد وثمود .

“Jika mereka berpaling maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Ad dan Tsamud.” (Fushshilat: 13)

la berdiri gemetaran lalu meletakkan tangannya di mulut Rasulullah dan berkata, “Semoga Allah memberimu kebaikan dan kasih sayang!”

Hal itu ia lakukan karena takut bila peringatan itu benar-benar terjadi padanya. la bangkit dan kembali ke kaumnya lalu mengatakan seperti yang ia katakan. []

Sumber: Sirah Rasulullah, Sejarah Hidup Nabi Muhammad / Penulis: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Ummur Qura

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119