Home SirahDakwah Nabi di atas Bukit Shafa

Dakwah Nabi di atas Bukit Shafa

Seruan ini ditujukan kepada suku-suku Quraisy. Kemudian tak berapa lama, mereka pun berkumpul.

by Abu Umar
0 comments 323 views

Setelah yakin tugasnya menyampaikan wahyu Rabbnya telah mendapatkan perlindungan dari pamannya, pam Abu Thalib, Nabi ﷺ suatu hari berdiri tegak di atas bukit Shafa sembari berteriak, “Wahai shabiah! (panggilan untuk orang-orang agar berkumpul di waktu pagi).” Lalu berkumpullah suku-suku Quraisy. Kemudian beliau mengajak mereka kepada tauhid, beriman kepada risalah yang dibawanya dan hari akhir.

Imam Al-Bukhari telah meriwayatkan satu sisi dari kisah ini, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, yang berkata, “Tatkala turun ayat, ‘Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.” (Asy-Syu’ara’: 214), Nabi naik ke atas bukit Shafa lalu memanggil-manggil, “Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Adi!”

BACA JUGA: Kesabaran Rasulullah terhadap Tetangga-tetangganya

Seruan ini ditujukan kepada suku-suku Quraisy. Kemudian tak berapa lama, mereka pun berkumpul. Karena pentingnya panggilan itu, seseorang yang tidak bisa keluar memenuhinya. mengirimkan utusan untuk melihat apa gerangan yang terjadi.

Maka, tak terkecuali Abu Lahab dan kaum Quraisy pun berkumpul juga. Kemudian beliau berbicara, ‘Bagaimana menurut pendapat kalian bila aku beri tahukan kepada kalian bahwa ada segerombolan pasukan kuda di lembah sana yang ingin menyerang kalian? Apakah kalian akan mempercayaiku?”

Mereka menjawab, Ya, kami tidak pernah tahu dari dirimu selain kejujuran. Beliau berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan kepada kalian terhadap azab yang amat pedih. Abu Lahab menanggapi, ‘Celakalah engkau sepanjang hari ini! Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?’ Maka ketika itu turunlah ayat. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab….” (Al-Lahab: 1).”

BACA JUGA:  Perintah Pertama untuk Menampakkan Dakwah

Imam Muslim meriwayatkan satu sisi yang lain dari kisah tersebut, yaitu riwayat dari Abu Hurairah, yang berkata. “Tatkala ayat ini turun: “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat (Asy-Syu’ara”: 214), Rasulullah mendakwahi mereka baik dalam skala umum ataupun khusus. Beliau berkata, ‘Wahai orang-orang Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Ka’ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Fathimah binti Muhammad, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak memiliki sesuatu pun (untuk menyelamatkan kalian) dari siksa Allah sedikit pun. Hanya saja kalian adalah kerabatku, maka aku akan menyambung tali kerabat tersebut.”

Teriakan yang keras ini merupakan puncak penyampaian dakwah. Rasulullah telah menjelaskan kepada orang-orang yang memiliki hubungan terdekat dengannya bahwa membenarkan risalah yang dibawanya tersebut merupakan bentuk dari efektivitas hubungan antara dirinya dan mereka. Demikian pula, bahwa fanatisme kekerabatan yang dibudayakan oleh orang-orang Arab akan meleleh di bawah kekuatan peringatan yang datang dari Allah tersebut. []

Sumber: Sirah Nabawiyah Peerjalanan Hidup Yang Agung Muhammad/ Penulis: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Darussalam

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119