Minggu, 8 November 2026

Makna Hadits: “Barangsiapa yang Mati dalam Keadaan Tidak Ada Baiat di Lehernya Maka Dia Mati Seperti Mati Jahiliyah.”

Karena jika hidup tanpa seorang imam berarti dia hidup tanpa şultan dan waliyul amri.

Bentuk Dusta atas Nama Allah

Pertanyaan: Bagaimana status Hadits

مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di lehernya maka dia mati seperti mati jahiliyah,” dikeluarkan al-Imam Muslim.

Jawaban: Makna hadits tersebut adalah wajib atas manusia untuk mengangkat untuk dirinya seorang pemimpin dan tidak halal bagi seorangpun yang hidup tanpa seorang pemimpin.

BACA JUGA: Apakah Perkataan Kita tentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Adalah Makhluk yang Paling Mulia Tidak Benar?

Karena jika hidup tanpa seorang imam berarti dia hidup tanpa şultan dan waliyul amri. Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يا أيها الذين عامَنُوا أَطِيعُوا الله وَأَطِيعُوا الرَّسُول وأولى الأمر منكم

“Hai orang berfirman orang yang beriman, taatılah Allah dan ta’atilah Rasul (-Nya), dan ulil amri di antara kalian.” (QS an-Nisaa 59)

(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 30)

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

 

Tinggalkan komentar