Saudaraku,
Rasulullah ﷺ pernah memberikan perumpamaan yang begitu indah dan menyentuh hati tentang perbedaan antara orang yang dermawan dan orang yang pelit.
Dalam hadis riwayat Bukhari, beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya, sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari)
Perumpamaan ini menggambarkan betapa sedekah mampu melapangkan hati, meringankan beban, dan memberi ketenangan jiwa. Sebaliknya, sifat kikir justru membuat hati sempit, gelisah, dan selalu merasa kekurangan meski harta melimpah.
Saudaraku, Allah ﷻ menyediakan jalan yang mudah bagi hamba-Nya untuk membersihkan diri dari dosa, salah satunya melalui sedekah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
BACA JUGA: Saudaraku, Hitunglah Dosamu Sendiri dan Mohonlah Ampunan
Sedekah bukan hanya berupa harta, tetapi setiap kebaikan yang kita lakukan. Bahkan senyum yang tulus kepada saudaramu pun termasuk sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)
Lihatlah, betapa Allah memudahkan kita untuk berbuat kebaikan. Tidak perlu menunggu kaya raya untuk menjadi dermawan, cukup dengan berbagi tenaga, ilmu, doa, atau bahkan senyum.
Saudaraku, sifat pelit adalah penyakit hati yang berbahaya. Ia membuat seseorang enggan mengeluarkan hak orang lain dari hartanya, bahkan terhadap dirinya sendiri ia bisa kikir. Allah ﷻ berfirman: “Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, orang yang pelit sebenarnya sedang menyiksa dirinya sendiri. Ia hidup dalam ketakutan kehilangan harta, sehingga tak pernah merasakan manisnya berbagi. Padahal, harta yang ia simpan tidak akan menambah kebahagiaan, justru bisa menjadi sumber hisab yang berat kelak di akhirat.
Sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan sebaliknya, Allah akan melipatgandakan balasannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah harta berkurang karena sedekah, dan tidaklah seorang hamba memberi maaf kepada orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaannya.” (HR. Muslim)
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata, “Bersedekahlah, karena sedekah itu akan menarik rezeki dan menolak musibah.” Betapa besar rahmat Allah, sedekah yang kita keluarkan akan kembali dalam bentuk yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
Sedekah yang Paling Utama
Saudaraku, sedekah terbaik adalah yang dilakukan ketika kita masih sehat, berharap kaya, dan takut miskin. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah ketika engkau sehat, kikir, berharap kaya, dan takut miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini berarti sedekah bukan hanya dilakukan ketika kita lapang, tetapi justru diuji ketika kita berada di tengah keterbatasan.
BACA JUGA: Saudaraku, Jangan Biarkan Waktumu Hilang Sia-Sia
Agar hati lapang seperti baju besi yang longgar, kita perlu membiasakan diri bersedekah. Mulailah dari yang kecil dan konsisten. Ibnul Mubarak rahimahullah mengatakan, “Sedikit yang terus-menerus dilakukan lebih aku sukai daripada banyak tapi terputus.”
Sedekah tidak selalu harus besar. Satu botol air di hari panas, sepotong roti untuk yang lapar, atau sekadar menyisihkan seribu rupiah setiap hari—semua itu bernilai di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas.
Penutup: Lapangkan Hati, Ringankan Tangan
Saudaraku, dunia ini hanya sementara. Harta yang kita genggam erat akan tertinggal, tetapi harta yang kita sedekahkan akan menjadi bekal abadi di akhirat. Lapangkan hati kita dengan memberi, ringankan tangan kita untuk berbagi, dan jadikan sedekah sebagai nafas kehidupan.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan orang-orang dermawan yang lapang dadanya, ringan tangannya, dan luas rahmatnya bagi sesama. []
Referensi:
HR. Bukhari no. 1443
HR. Tirmidzi no. 1956
HR. Muslim no. 2588
QS. Al-Hasyr: 9
Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin
Perkataan Imam Asy-Syafi’i dalam Manaqib Asy-Syafi’i
HR. Bukhari no. 1419, HR. Muslim no. 1032
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

