Home SirahTangisan Seorang Hartawan Surga

Tangisan Seorang Hartawan Surga

Kecintaan Abdurrahman kepada Rasulullah ﷺ dan rasa takutnya kepada Allah selalu membimbing langkahnya.

by Abu Umar
0 comments 216 views

Di sebuah sore yang sunyi, Abdurrahman bin Auf duduk termenung di sudut rumahnya. Sahabat Rasulullah ﷺ yang dikenal sebagai pedagang ulung itu tiba-tiba menangis terisak, hingga bahunya terguncang. Air matanya jatuh membasahi janggutnya yang telah memutih.

Melihat hal itu, seorang sahabat pun bertanya penuh heran, “Wahai Abdurrahman, apa yang membuatmu menangis begitu pilu?”

Abdurrahman bin Auf mengusap air matanya. Suaranya bergetar saat ia menjawab, “Sesungguhnya Mus’ab bin Umair lebih baik daripada aku. Ia wafat di masa Rasulullah ﷺ, dan ia tidak meninggalkan secarik kain pun untuk mengafaninya. Begitu pula Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah. Aku takut… takut sekali jika aku ini termasuk orang-orang yang Allah dahulukan kesenangannya di dunia ini. Aku sangat iri pada sahabatku yang mendahuluiku itu, dan aku sangat takut karena hartaku yang melimpah. Allah akan memintai pertanggungjawaban atas hartaku itu.”

BACA JUGA:  7 Fakta Abdurrahman bin Auf (1)

Tangisan itu bukan sekadar kesedihan biasa. Itu adalah tangisan seorang mukmin yang hatinya hidup, yang mengerti betapa beratnya beban harta di hadapan Allah kelak. Padahal Abdurrahman bin Auf bukan sembarang hartawan. Sejak hijrah ke Madinah, ia telah menunjukkan akhlak yang mulia.

Tercatat dalam sejarah, ketika Rasulullah ﷺ mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Rabi’, Sa’ad menawarkan separuh dari hartanya kepada Abdurrahman. Namun dengan kerendahan hati yang luar biasa, Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi engkau dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku di mana pasar.” Lalu ia pergi berdagang, dan dengan kejujuran serta kerja keras, ia berhasil memperoleh keuntungan hingga menjadi salah satu sahabat yang paling kaya.

Namun, kekayaan itu tak pernah membuat hatinya terpaut pada dunia. Ia banyak bersedekah di jalan Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Abdurrahman pernah menyumbangkan 500 ekor kuda untuk jihad fi sabilillah. Pernah pula ia menyumbangkan 1.500 unta yang penuh dengan muatan di jalan Allah. Bahkan suatu hari, ketika ia mendengar pasukan Islam memerlukan bekal, ia menyumbangkan setengah hartanya tanpa ragu.

Suatu kali, rombongan dagangnya tiba di Madinah, membawa ratusan unta sarat barang dagangan. Kota itu pun gempar mendengar suara derap langkah unta yang memenuhi jalan-jalan Madinah. Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, berujar, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Abdurrahman bin Auf akan masuk surga sambil merangkak.’” Mendengar perkataan itu, Abdurrahman langsung menyedekahkan seluruh rombongan dagangnya pada hari itu juga, karena ia tak ingin hartanya menjadi penghalang untuk masuk surga.

BACA JUGA:  Mahar Abdurrahman bin Auf untuk Menikah

Kecintaan Abdurrahman kepada Rasulullah ﷺ dan rasa takutnya kepada Allah selalu membimbing langkahnya. Meski ia memiliki kekayaan melimpah, hatinya tetap penuh tawadhu. Ia selalu mengingat bagaimana Mus’ab bin Umair yang wafat syahid tanpa kain kafan yang utuh, padahal ia dahulu seorang bangsawan Quraisy yang bergelimang kemewahan.

Tangisan Abdurrahman bin Auf menjadi cermin bagi kita: sehebat apa pun kita di dunia, sehebat apa pun prestasi dan harta yang kita kumpulkan, tetap saja yang paling utama adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah kelak.

Abdurrahman bin Auf, hartawan yang hatinya selalu menangis karena takut pada Tuhannya. Sebuah pelajaran bagi setiap muslim, bahwa dunia ini hanyalah titipan, dan yang kekal hanyalah amal yang ikhlas. []

Sumber: Hak dan Bathil dalam Pertentangan/ Penulis: Ibrahim Abu Abbah/ Penerbit: Gema Insani/ April, 1997

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119