Home SirahKetika Nabi Menyampaikan Kebenaran secara Terang-terangan dan Reaksi Orang-orang Musyrik

Ketika Nabi Menyampaikan Kebenaran secara Terang-terangan dan Reaksi Orang-orang Musyrik

Rasulullah langsung bangkit menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik, menyebutkan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai.

by Abu Umar
0 comments 363 views

Seruan Nabi ﷺ terus bergema di seluruh wilayah Mekkah, hingga kemudian turun ayat:

فَأَصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ )

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (Al-Hijr: 94).

Maka Rasulullah langsung bangkit menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik, menyebutkan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai. Ketidakberdayaan berhala-berhala itu beliau gambarkan dengan beberapa perumpamaan, disertai penjelasan-penjelasan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai wasilah antara dirinya dan Allah berada dalam kesesatan yang nyata.

BACA JUGA:  Saat Rasulullah dan Para Sahabat Diperintahkan untuk Shalat

Mekkah memerah oleh api kemarahan, bergolak dengan keanehan dan pengingkaran, tatkala mereka mendengar suara yang memperlihatkan kesesatan orang-orang musyrik dan para penyembah berhala. Suara itu bagaikan petir yang membelah awan, berkilau, menggelegar dan mengguncang atmosfer udara yang tadinya tenang. Orang-orang Quraisy bangkit untuk menghadang revolusi yang datang secara tak terduga ini, dan yang dikhawatirkan akan merusak tradisi warisan mereka.

Mereka bangkit karena menyadari bahwa makna iman yang beliau serukan adalah penafian terhadap ketuhanan selain Allah, bahwa makna iman kepada risalah dan hari akhirat adalah ketundukan dan kepasrahan secara total, sehingga mereka tidak lagi mempunyai pilihan terhadap diri dan harta mereka, terlebih lagi terhadap orang lain.

Implikasinya, iman itu akan melenyapkan kepemimpinan dan keunggulan mereka di atas semua bangsa Arab, yang sebelum itu juga menggunakan label agama. Mereka harus menerapkan keridhaan sesuai dengan keridhaan Allah dan Rasul-Nya, harus menghentikan berbagai bentuk kezaliman yang sebelum itu biasa mereka lakukan untuk melindas rakyat awam, selain berbagai macam keburukan yang selalu mereka lakukan pagi maupun sore.

Mereka menangkap makna seperti itu, karena jiwa mereka tidak bisa menerima kedudukan rendah, yang tidak mencerminkan kehormatan dan kebaikan. “Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus.” (Al-Qiyamah: 5).

Mereka menyadari semua itu. Tetapi, apa yang bisa mereka perbuat menghadapi orang yang jujur dan dapat dipercaya ini; menghadapi gambaran tertinggi dari nilai kemanusiaan dan akhlak yang mulia? Sepanjang sejarah nenek moyang dan perjalanan berbagai kaum, mereka tidak pernah mengetahui bandingan yang seperti itu.

BACA JUGA:  Abu Thalib dan Ciri Kenabian Rasulullah ﷺ

Apa yang hendak mereka lakukan? Mereka benar-benar bingung dan memang layak untuk bingung.

Setelah menguras pikiran, tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali mendatangi paman beliau. Abu Thalib. Mereka meminta kepadanya agar menghentikan segala hal yang dilakukan anak saudaranya Untuk menguatkan permintaan ini, mereka menggunakan selubung nenek moyang dan hakikat, dengan berkata, “Adanya ajakan untuk meninggalkan sesembahan mereka dan pernyataan bahwa sesembahan itu tidak bisa memberi manfaat dan tidak mampu berbuat apa-apa. merupakan cemoohan yang telak dan penghinaan yang sangat keras. sekaligus merupakan pembodohan dan penyesatan terhadap nenek moyang mereka, yang sejak dahulu mereka sudah berada pada agama ini.”

Mereka merasa mendapatkan jalan ini. Oleh karena itu mereka langsung melaksanakannya. []

Sumber: Sirah Nabawiyah Peerjalanan Hidup Yang Agung Muhammad/ Penulis: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Darussalam

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119